Gegara Jimat Jaga Diri, Dukun Cabul di Sanggau Garap Tiga ABG

  • Bagikan
Tersangka SN saat dijemput Tim Satuan Reskrim Polres Sanggau di Kecamatan Kembayan, Kamis (6/1/2022), dengan dugaan tindak persetubuhan dan pencabulan terhadap tiga anak di bawah umur. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. IST

Sanggau (Suara Kalbar) – Satuan Reskrim Polres Sanggau, Polda Kalbar, mengamankan SN, 54 tahun, warga Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kamis (6/1/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.

SN yang dikenal sebagai “orang pintar” ini ditangkap polisi dengan dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap tiga anak di bawah umur.

Kapolres Sanggau melalui Kasatreskrim Polres Sanggau, AKP Tri Prasetyo, mengatakan, penangkapan tersangka SN atas laporan saudara orangtua korban ke Polsek Kembayan.

Kemudian, penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polres Sanggau sehubungan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur sesuai dengan Laporan Polisi Nomor:  LP/07/I /2022/SPKT Res Sanggau.

“Korban kesemuanya masih di bawah umur. Sebut saja Bunga, 17 tahun, dan Mawar, 15 tahun, yang merupakan anak pelapor, serta Melati, 14 tahun, keponakan Pelapor (sepupu Bunga dan Mawar),” ucap Tri Prasetyo, Senin (10/1/2022).

Kasatreskrim menceritakan, tindak pencabulan itu berawal pada Jumat (17/12/ 2021) lalu, saat ketiga korban ikut kegiatan pengobatan non medis bersama orangtuanya.

Lalu, pada Selasa (21/12/2021), tersangka SN menghubungi nomor HP orangtua korban yang menyuruh ketiga korban ini datang ke rumah tersangka.

“Tersangka SN mengatakan, ketiga korban ini akan diberikan jimat jaga diri,”ujar Tri.

Selanjutnya, di hari yang dijanjikan, sekira pukul 17.00 WIB, ketiga korban datang ke rumah tersangka yang memang telah menunggu.

Bunga, Mawar dan Melati disuruh naik ke lantai atas atau tingkat dua. Lalu, disuruh duduk di dalam kamar, yang kemudian disiram air yang telah diberi mantra.

Celakanya, itu rupanya hanya akal bulus tersangka SN.

Secara bergiliran, ketiganya diminta masuk ke kamar khusus untuk menjalani ritual jaga diri.

Korban pertama, yakni Bunga, masuk terlebih dahulu dan diminta membuka celana. Bunga selanjutnya diperintahkan mengenakan kain sarung.

“Saat itu lah, ada aksi pencabulan terhadap Bunga, yang setelah selesai, diminta keluar kamar khusus itu,” jelas Tri lagi.

Sedangkan Mawar selaku korban kedua, begitu masuk kamar khusus, turut disuruh melepaskan celana dan selanjutnyamengenakan kain sarung.

“Dan aksi kedua ini, korban diminta berbaring di kasur. Kembali pencabulan terjadi, dan setelah selesai Mawar diminta keluar kamar,” papar Tri.

Korban ketiga, yakni Melati yang turut diminta masuk kamar khusus ritual. Di saat ini lah, korban tak hanya dicabuli, tapi juga disetubuhi.

Usai ritual mesum itu, tersangka SN memberikan sabuk “Jimat Penjaga Tubuh” kepada korban dan mengatakan, “ini rahasia jangan bilang orang lain”.

Namun karena ketiga koban merasa takut dan aneh dengan ritual sang dukun SN, maka kejadian tersebut diceritakan kepada orangtuanya pada Rabu (5/1/2022).

“Akhirnya, orangtua korban melapor ke Mapolsek Kembayan, dan pada Kamis (6/1/2022), ketiga korban dan pelapor melaporkan lagi ke Mapolres Sanggau untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kasatreskrim.

Atas laporan dan proses BAP terhadap para korban, tersangka SN pun akhirnya dijemput Tim Jatanras Satreskrim Polres Sanggau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

  • Bagikan