Tokoh Dayak Melawi Dorong Media Online Jadi Wadah Pelestarian Budaya
Pontianak (Suara Kalbar )–Tokoh Pemuda Dayak Kabupaten Melawi, Rabi, menegaskan pentingnya peran media online sebagai sarana strategis dalam mengedukasi masyarakat luas tentang kekayaan adat dan budaya lokal yang masih lestari hingga saat ini.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media online menjadi jembatan efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Dayak Melawi kepada khalayak yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional.
“Melawi memiliki kekayaan adat budaya yang luar biasa. Ini bukan sekadar tradisi biasa, melainkan bagian dari hukum adat, filosofi hidup, serta kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan bermasyarakat, ” ungkap Rabi kepada Suarakalbar.co.id, Rabu (6/5/2026)
Melalui media online, lanjut putra daerah Pinoh Utara ini nilai-nilai luhur tersebut dapat disampaikan secara luas agar tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tetapi juga dipahami oleh dunia luar.
Meluruskan Persepsi Tentang Adat Budaya, Rabi menilai masih banyak masyarakat di luar daerah yang belum memahami makna mendalam dari berbagai tradisi adat yang hidup di tengah masyarakat Dayak Melawi. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak disampaikan secara utuh dan edukatif.
Ia menekankan bahwa media memiliki tanggung jawab penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang mengenai adat budaya.
“Tugas media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan edukasi. Masyarakat harus tahu bahwa adat budaya di Melawi merupakan warisan leluhur yang sarat makna, penuh kesakralan, penghormatan, serta memiliki nilai filosofis yang tinggi,” tegasnya.
Media Jadi Wadah Pelestarian Budaya
Di era digital saat ini, Rabi berharap insan pers dan pengelola media online terus membangun kolaborasi bersama masyarakat adat dan generasi muda untuk memproduksi konten-konten budaya yang positif, informatif, dan mendidik.
Menurutnya, dokumentasi budaya melalui tulisan, foto, maupun publikasi digital akan menjadi arsip penting bagi generasi mendatang.
“Dengan bantuan media, cerita tentang adat budaya dan seluruh kekayaan budaya Dayak Melawi bisa terus hidup, tersimpan, dan diakses kapan saja oleh generasi mendatang maupun masyarakat dunia,”ungkapnya.
Ia pun mengajak melestarikan budaya melalui tulisan dan gambar agar tidak lekang oleh waktu.
“Langkah ini sebagai upaya nyata dalam menjaga martabat budaya lokal sekaligus memperkenalkan identitas Dayak Melawi, “pungkasnya.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana





