SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Pemprov Kalbar Ikuti Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Pemprov Kalbar Ikuti Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Pemprov Kalbar Ikuti Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Pontianak (Suara Kalbar)— Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, termasuk Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, secara daring dari Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (14/8/2026).

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan didampingi Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, mengikuti agenda kenegaraan tersebut bersama Sekretaris Daerah Kalbar, jajaran Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian pemerintahan selama 21 bulan sejak dirinya dilantik sebagai Presiden bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024. Presiden juga memaparkan berbagai pekerjaan yang masih menjadi target pemerintah.

Prabowo menyebut, selama 663 hari pemerintahan, sebanyak 121 kebijakan transformatif telah diputuskan dan dijalankan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, termasuk sejumlah persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari keberanian dalam mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa.

Prabowo juga kembali menegaskan sumpah yang diucapkannya saat pelantikan sebagai Presiden Republik Indonesia. Sumpah tersebut, kata dia, menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinan dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat yang tidak memilihnya.

Dalam menjalankan pemerintahan, Presiden menyampaikan empat pedoman utama, yakni menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga kepentingan inti nasional, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya, serta memastikan setiap kebijakan diarahkan untuk kepentingan rakyat dan generasi mendatang.

Meski demikian, Presiden mengakui masih terdapat berbagai persoalan bangsa yang harus diselesaikan dan belum seluruh janji pemerintah dapat dituntaskan.

“Belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” tegasnya.

Sidang Tahunan MPR RI menjadi momentum bagi Presiden untuk menyampaikan laporan mengenai berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan, capaian yang mulai dirasakan, sekaligus pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan pemerintah ke depan.

Menanggapi pidato kenegaraan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan komitmen Pemprov Kalbar untuk terus menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional.

“Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini harus kita jadikan momentum strategis untuk memperkuat persatuan, mengoptimalkan potensi daerah, serta mengawal setiap arah kebijakan nasional agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, stabilitas keamanan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pembangunan nasional dapat diterjemahkan secara efektif sesuai kebutuhan dan potensi daerah.

“Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, kita optimistis Kalimantan Barat dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil dan makmur,” katanya.

Gubernur berharap momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh komponen bangsa untuk memperkuat komitmen dalam membangun Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play