Toprak Razgatlioglu Akui MotoGP Lebih Berat daripada Musim Debut di WorldSBK
Suara Kalbar – Pebalap Toprak Razgatlioglu mengakui dirinya tengah menghadapi situasi sulit sejak berkompetisi di MotoGP. Tiga kali juara dunia WorldSBK itu bahkan menilai kondisinya saat ini lebih berat dibandingkan ketika menjalani musim pertamanya di WorldSBK pada 2018.
“Saat ini situasinya bahkan lebih sulit daripada 2018, karena saya telah memenangkan 3 gelar, jadi saya sudah terbiasa menang. Dahulu, jika saya finis di posisi ke-12 itu memang buruk, tetapi tidak seburuk sekarang,” ujar Toprak Razgatlioglu, dilansir GPOne, Selasa (29/9/2026).
Toprak baru mengoleksi 18 poin dan menempati posisi ke-21. Ia mengaku masih kesulitan menaklukkan karakter motornya sehingga belum mampu bersaing di posisi teratas.
Situasi tersebut mengingatkannya pada 2018, ketika menjalani musim pertamanya di WorldSBK bersama Kawasaki. Kala itu, hasil yang diharapkan tak kunjung datang hingga membuat Toprak sempat meragukan kemampuan dirinya sendiri.
“Terakhir kali saya memikirkan situasi seperti ini adalah pada 2018, saat saya pindah ke Superbike, di tahun pertama bersama Kawasaki. Itu adalah musim yang sangat berat. Saya selalu finis di posisi kesembilan, ke-10, atau ke-12,” jelasnya.
“Pada saat itu, finis di posisi ke-12 sebenarnya tidak terlalu buruk, tetapi saya mulai berpikir bahwa saya tidak memiliki potensi yang cukup, ini adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan,” tambah Toprak.
Pebalap asal Turki itu bahkan sempat berpikir untuk meninggalkan dunia balap. Namun, situasinya berubah setelah ia berhasil meraih podium dan kembali mendapatkan kepercayaan terhadap kemampuannya.
“Pada akhirnya, saya bahkan sempat berpikir untuk berhenti. Namun, ketika saya berhasil naik podium, segalanya berubah dan saya mulai percaya pada diri sendiri,” tuturnya.
Kini, Toprak merasa situasi yang dihadapinya jauh lebih berat karena statusnya sebagai pebalap yang telah meraih tiga gelar juara dunia. Ia juga datang ke MotoGP setelah menjalani musim yang sangat baik pada tahun sebelumnya.
“Sekarang ini lebih sulit lagi bagi saya, karena saya telah memenangkan tiga gelar juara dunia dan tahun lalu pun saya kembali menjalani musim yang luar biasa. Lalu saya datang ke sini dan finis di posisi ke-15, ke-18, dan paling terbaik saya berada di posisi 11,” ungkapnya.
“Bagi saya ini lebih sulit karena kini saya adalah pembalap yang terbiasa menang. Pada 2018, ketika saya finis di posisi ke-10 atau ke-12, itu memang mengecewakan bagi saya, tetapi tidak seburuk sekarang,” ucapnya.
Selain hasil balapan, Toprak juga mengungkapkan kendala dalam memaksimalkan penggunaan ban pada motornya. Menurut dia, ban medium lebih mudah dikendalikan dibandingkan ban soft.
“Mengapa dalam balapan saya bisa memiliki kecepatan yang baik dengan ban medium? Karena dengan ban medium, lebih mudah untuk mengendarainya. Sebaliknya, dengan ban soft, saya tidak bisa memanfaatkan potensi sebenarnya,” bebernya.
Toprak menyadari dirinya masih harus beradaptasi untuk memahami karakter ban tersebut, terutama ketika mencoba memaksimalkan performanya dalam balapan.
“Saya harus belajar melakukannya, karena saya masih belum bisa memahami batas ban ini. Inilah masalah terbesarnya,” tutupnya.
Sumber: Beritasatu.com





