Rakernas LPDN, Perempuan Dayak Didorong Jadi Penguat Keluarga dan Masyarakat
Pontianak (Suara Kalbar)– Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-3 di Rumah Radakng Pontianak, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten I Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Antonius Y Rawing, dan dihadiri Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis.
Rakernas menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan Dayak, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan anak, pemberdayaan ekonomi hingga menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Sekjen MADN Yakobus Kumis mengungkapkan, gagasan pembentukan LPDN pertama kali muncul saat dirinya melakukan pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan pada 12-14 Agustus 2022.
“Lembaga Perempuan Dayak Nasional itu keluar idenya pada saat saya melakukan pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan tanggal 12-14 Agustus 2022 yang lalu. Sehingga kami tindak lanjuti dalam rapat kerja nasional pada waktu itu,” ujar Yakobus.
Menurutnya, setelah tiga tahun berdiri, LPDN telah memasuki Rakernas ke-IV. Ia pun memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap keberadaan organisasi tersebut.
Yakobus menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas keluarga. Menurutnya, perempuan, terutama ibu, memiliki peran penting dalam mengasuh, mendidik dan membentuk karakter anak sejak dari lingkungan keluarga.
“Lembaga Perempuan Dayak berada di garda terdepan mewujudkan bangsa Dayak yang berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, kualitas masyarakat dan bangsa sangat berkaitan dengan kualitas keluarga. Karena itu, penguatan peran perempuan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang kuat.
“Kalau keluarga berkualitas dan kuat ini muncul di dalam keluarga-keluarga, tentu nanti akan terbentuk masyarakat yang kuat dan berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Asisten I Pemprov Kalbar Antonius Y Rawing berharap Rakernas LPDN tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi mampu menghasilkan program nyata yang memberikan manfaat bagi perempuan dan keluarga.
Ia menilai perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus membentuk karakter generasi penerus.
Ketua Umum LPDN Nyelong Inga Simon mengatakan penguatan peran perempuan dalam keluarga menjadi salah satu fokus pembahasan Rakernas ke-IV.
Menurut Nyelong, peningkatan kualitas pendidikan anak dan pola asuh harus menjadi perhatian utama. Ia mengingatkan agar pendidikan anak tidak sepenuhnya diserahkan kepada sekolah maupun pihak lain.
“Kata kuncinya tingkatkan kualitas sekolah, pendidikan, tingkatkan pola asuh,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, orang tua harus tetap hadir dalam proses tumbuh kembang anak dan tidak kehilangan peran utama dalam pendidikan keluarga.
Selain pendidikan dan pola asuh, LPDN juga membahas program pemberdayaan ekonomi melalui kelompok usaha bersama. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.
Nyelong mengatakan pendampingan menjadi penting karena setiap masyarakat memiliki tingkat pengetahuan dan kemampuan adopsi teknologi yang berbeda.
“Karena kemampuan kami berbeda-beda, pengetahuan kami berbeda-beda, tingkat kemampuan adopsi teknologi juga berbeda-beda. Kata kuncinya atas dinamika itu maka kami perlu pendampingan,” jelasnya.
Dalam jangka panjang, LPDN menargetkan program yang mendukung visi menuju Indonesia Emas 2045. Sementara program jangka pendek diarahkan untuk menyelesaikan target lima tahunan yang berlangsung hingga 2028.
LPDN juga berencana mengambil peran dalam berbagai persoalan sosial, termasuk pencegahan dampak kebakaran hutan dan lahan, pemberantasan penyalahgunaan narkotika, serta percepatan penanganan stunting.
Nyelong menegaskan perempuan Dayak tidak hanya memiliki peran dalam keluarga, tetapi juga dapat menjadi kekuatan penting dalam pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Penulis: Fajar Bahari





