SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau DLH Sanggau Usulkan Miliki Laboratorium Lingkungan Sendiri, Percepat Respon Aduan dan Jadi Sumber PAD

DLH Sanggau Usulkan Miliki Laboratorium Lingkungan Sendiri, Percepat Respon Aduan dan Jadi Sumber PAD

Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Yesaya Poulorossi P. Antang Obob. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Sanggau (Suara Kalbar) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau mengusulkan agar daerah memiliki laboratorium lingkungan sendiri. Hal ini untuk mempercepat respon terhadap aduan masyarakat dan tidak lagi bergantung pada laboratorium di Pontianak.

Usulan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sanggau, Yesaya Poulorossi P. Antang Obob.

Yesaya mengatakan, selama ini DLH Sanggau masih bergantung pada laboratorium lingkungan di Pontianak untuk melakukan pengujian sampel. Akibatnya, waktu respon terhadap pengaduan masyarakat menjadi lama.

“Fungsi laboratorium lingkungan itu antara lain misalkan contoh kasus kita ada pengaduan kita bisa cepat sebelum dampaknya sudah lewat atau sudah terlalu lama. Ini kan selama ini kita terlalu bergantung dengan laboratorium yang berada di Pontianak. seperti laporan masyarakat waktu itu tanggap kita waktu responnya itu jadi molor. Tidak cepat,” ujar Yesaya.

Ia menyebut keterbatasan petugas di laboratorium Pontianak juga menjadi kendala, karena laboratorium tersebut melayani seluruh Kalimantan Barat.

“Ketersediaan petugas di sana pun terbatas karena mereka melayani Kalimantan Barat semua,” jelasnya.

Dengan adanya laboratorium lingkungan di Sanggau, DLH bisa lebih cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat terkait lingkungan, pencemaran, atau dugaan pencemaran.

“Harapan ke depan kita Sanggau memiliki laboratorium lingkungan. Jadi kalau kita memiliki laboratorium lingkungan, kita bisa cepat tanggap respon terkait dengan adanya pengaduan, ada keluhan masyarakat terkait lingkungan, pencemaran, dugaan pencemaran, atau misal terkait dengan kewajiban perusahaan,” katanya.

Selain mempercepat layanan, laboratorium lingkungan juga dinilai berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengingat jumlah perusahaan di Sanggau cukup banyak.

“Jadi perusahaan juga tidak harus repot-repot keluar Sanggau, sedangkan perusahaannya di Sanggau. Jadi bisa juga menjadi sumber PAD Kabupaten Sanggau. Karena banyaknya perusahaan di Sanggau yang pasti akan menggunakan lab dan menjadi sumber PAD,” ujarnya.

Yesaya menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong daerah untuk segera memiliki laboratorium lingkungan.

“Sudah didorong juga oleh Menteri Lingkungan Hidup terkait daerah segera wajib mendirikan laboratorium lingkungan, seperti itu,” katanya.

Terkait usulan ini, Yesaya menyebut kajian pendirian laboratorium lingkungan Kabupaten Sanggau sudah disampaikan ke Baperida.

“Sudah, kami sampaikan usulannya. Sudah, infonya sudah dikaji di Baperinda terkait dengan kajian laboratorium lingkungan Kabupaten Sanggau,”ungkapnya.

“Dengan adanya laboratorium sendiri, diharapkan penanganan kasus lingkungan di Sanggau, seperti dugaan pencemaran limbah perusahaan, bisa lebih cepat dan efisien,”tutupnya.

Penulis: Darmansyah

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play