SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi AI Ubah Wajah Layanan Kesehatan Indonesia, Fokus Bergeser ke Pencegahan Penyakit

AI Ubah Wajah Layanan Kesehatan Indonesia, Fokus Bergeser ke Pencegahan Penyakit

Ilustrasi alat kesehatan (Freepik/Istimewa)

Suara Kalbar – Sistem layanan kesehatan di Indonesia mulai memasuki babak baru. Jika sebelumnya lebih berfokus pada pengobatan setelah seseorang sakit (kuratif), kini pendekatan preventif atau pencegahan penyakit semakin menjadi perhatian utama.

Perubahan tersebut didorong oleh pemanfaatan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi awan (cloud computing), hingga pengobatan presisi (precision medicine). Tujuannya adalah membantu masyarakat menjaga kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Aktor Samuel Rizal menilai langkah pencegahan menjadi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi kurangnya informasi, melainkan bagaimana membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten.

“Tindakan preventif sangat penting dalam menjaga gaya hidup. Meski teknologi semakin canggih dan kesadaran akan kebugaran meningkat, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih menjadi tantangan. Banyak yang sekadar tahu, tetapi belum konsisten melakukannya,” ujar Samuel Rizal di Jakarta.

Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai inovasi digital mulai diterapkan agar masyarakat lebih mudah memantau kondisi kesehatannya secara terintegrasi dan personal.

Pendiri sekaligus Chairman Borderless Healthcare Group (BHG), Wei Siang Yu, menjelaskan konsep longevity tidak lagi hanya dimaknai sebagai upaya memperpanjang usia, tetapi juga memastikan seseorang tetap sehat dan produktif sepanjang hidupnya.

“Longevity bukan sekadar tentang hidup lebih lama, melainkan tentang bagaimana seseorang dapat mempertahankan kesehatan secara fisik, mental, hormonal, dan sosial di setiap fase kehidupannya,” jelas Wei Siang Yu.

Melalui dukungan teknologi digital, pemantauan kondisi kesehatan kini dapat dilakukan secara menyeluruh. Data pasien dari rumah sakit, pusat kebugaran, resor kesehatan, hingga layanan perawatan di rumah dapat saling terhubung melalui sistem komputasi awan.

Integrasi data tersebut memungkinkan tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu memberikan rekomendasi terapi yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Chief Development Officer Zeroage.life, Yvonne Wong, mengatakan kecerdasan buatan kini memegang peran penting dalam mengolah berbagai data kesehatan yang kompleks, mulai dari biomarker, mikrobioma, hingga profil hormonal seseorang.

Menurutnya, kemampuan AI menganalisis data dalam jumlah besar membantu dokter menyusun program kesehatan yang lebih tepat sasaran dan bersifat personal.

“Kita saat ini berada di persimpangan antara perawatan preventif dan kuratif. Melalui kehadiran Longevity 5.0, intervensi kesehatan bisa dilakukan lebih dini, jauh sebelum gejala penyakit timbul,” ungkap Yvonne Wong.

Pendekatan berbasis data juga memungkinkan layanan kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan biologis setiap individu, termasuk berdasarkan jenis kelamin. Misalnya, pendampingan kesehatan perempuan sejak masa kehamilan hingga pascamenopause, maupun program peningkatan kebugaran dan vitalitas bagi pria.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, transformasi layanan kesehatan berbasis AI diyakini mampu membuka peluang baru bagi industri pariwisata medis di Indonesia.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, fasilitas medis, serta teknologi digital diperkirakan akan memperkuat daya saing Indonesia sebagai salah satu destinasi wellness tourism atau wisata kebugaran unggulan di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play