SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi ITS Luncurkan Mobil Formula Sapuangin Speed 8, Siap Berlaga di Formula SAE Japan 2026

ITS Luncurkan Mobil Formula Sapuangin Speed 8, Siap Berlaga di Formula SAE Japan 2026

ITS Surabaya meluncurkan mobil formula Sapuangin Speed 8 yang dipersiapkan untuk berlaga dalam ajang Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026 awal Agustus mendatang. (Beritasatu.com/Humas ITS)

Suara Kalbar – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya resmi meluncurkan mobil formula generasi terbaru, Sapuangin Speed 8, yang akan mewakili Indonesia pada ajang Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026 awal Agustus mendatang.

Melalui Tim Sapuangin ITS, mobil formula generasi kedelapan tersebut hadir dengan berbagai pembaruan pada sektor aerodinamika, konstruksi sasis, hingga penggunaan material ringan berbasis composite carbon fiber untuk meningkatkan performa di lintasan.

Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, mengatakan pengembangan mobil formula ini bukan hanya bertujuan menciptakan kendaraan kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa.

“Melalui riset ini, mahasiswa belajar membentuk tim dan mengelola waktu. Sebuah pelajaran berharga yang tidak akan ditemui di dalam kelas. Lakukan yang terbaik, jaga kekompakan di negeri orang, dan mari kita kibarkan bendera Indonesia di sana,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Dosen pembimbing Tim Sapuangin ITS, Dr. Ir. Witantyo, menjelaskan Formula SAE Japan 2026 menjadi ajang pembuktian bagi tim setelah keikutsertaannya sempat tertunda pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, Sapuangin Speed 8 dirancang lebih lincah untuk mengimbangi penggunaan mesin berkapasitas 250 cc. Karakter lintasan Formula Student yang didominasi tikungan teknis dinilai menjadi keuntungan tersendiri bagi tim.

“Dengan sirkuit Formula Student yang didesain berliku, kelemahan akselerasi itu akan kami tutupi lewat bodi kendaraan yang dibuat serincah mungkin di lapangan,” katanya.

Dibandingkan generasi sebelumnya, Sapuangin Speed 8 mengalami perubahan signifikan. Tim melakukan perombakan menyeluruh pada arsitektur kendaraan serta geometri desain agar lebih sesuai dengan karakter sirkuit di Jepang yang dikenal memiliki banyak tikungan teknis.

Pengembangan tersebut merupakan hasil evaluasi dari berbagai kompetisi sebelumnya sekaligus menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya sejak 2019 Tim Sapuangin kembali berlaga di Formula SAE Japan.

General Manager ITS Team Sapuangin, Chandra Iksan Suryana, mengatakan tim memahami persaingan pada ajang tersebut akan sangat ketat karena diikuti berbagai universitas terbaik dari seluruh dunia.

Meski demikian, kompetisi itu juga menjadi kesempatan untuk membuktikan kualitas riset dan inovasi mahasiswa ITS di tingkat internasional.

Pembaruan paling mencolok terlihat pada sektor aerodinamika. Mobil kini dibekali front wing dan rear wing baru yang dirancang menghasilkan downforce lebih optimal sehingga meningkatkan stabilitas saat melibas tikungan.

Selain itu, konstruksi sasis didesain ulang, dipadukan dengan penggunaan tipe mesin baru serta penyempurnaan geometri sistem suspensi dan kaki-kaki kendaraan guna menghasilkan pengendalian yang lebih presisi.

Penggunaan material composite carbon fiber pada bodi juga berhasil memangkas bobot kendaraan secara signifikan.

Dengan bobot yang lebih ringan, desain aerodinamika yang lebih efisien, serta karakter pengendalian yang semakin responsif, Sapuangin Speed 8 diharapkan mampu tampil kompetitif di Formula SAE Japan 2026.

Seluruh proses pengembangan kendaraan dilakukan melalui kolaborasi antara Tim Sapuangin ITS dan para alumni yang turut memberikan masukan dalam penyempurnaan desain.

Melalui inovasi tersebut, ITS berharap Sapuangin Speed 8 mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional sekaligus menunjukkan daya saing riset dan teknologi otomotif karya mahasiswa Indonesia di tingkat dunia.

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play