SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Wagub Kalbar Krisantus Bekali Mahasiswa KKN, Tekankan Pentingnya Pendidikan, Literasi Digital, dan Persatuan

Wagub Kalbar Krisantus Bekali Mahasiswa KKN, Tekankan Pentingnya Pendidikan, Literasi Digital, dan Persatuan

– Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, memberikan pembekalan kepada 28 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah, Minggu (28/6/2026).SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Mempawah (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, memberikan pembekalan kepada 28 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Wajok Hilir tersebut turut dihadiri Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Majid. Dalam kesempatan itu, Krisantus memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar menjadikan masa KKN sebagai wadah mengasah kemampuan sekaligus mengabdi kepada masyarakat.

Krisantus membagikan kisah perjalanan hidupnya sejak menjadi mahasiswa hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa kesuksesan merupakan hasil dari proses panjang yang ditempuh melalui kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus belajar.

“Saya juga pernah menjadi mahasiswa seperti kalian. Apa yang saya capai hari ini bukan karena kebetulan, tetapi karena saya terus belajar, bekerja keras, dan tidak pernah berhenti bermimpi. Jangan pernah menyerah mengejar cita-cita. Siapa tahu di antara kalian kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan pemimpin bangsa,” ujar Krisantus.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi masa depan. Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti menimba ilmu setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, tetapi terus meningkatkan kompetensi hingga jenjang yang lebih tinggi.

“Kalau sudah selesai S1, lanjutkan S2. Setelah S2, lanjutkan lagi S3. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, karena semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Selain pendidikan, Krisantus juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, telepon genggam dan media sosial dapat menjadi sarana yang positif apabila digunakan secara bijak.

“Handphone itu bisa menjadi jalan menuju kebaikan, tetapi juga bisa menjadi jalan yang menjerumuskan. Karena itu, gunakan media sosial dengan bijak, jangan mudah percaya pada berita hoaks, dan biasakan memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau membagikannya,” tegasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa membekali diri dengan kemampuan bahasa asing agar mampu bersaing di tingkat global. Penguasaan bahasa, menurutnya, akan membuka peluang lebih luas dalam pendidikan, pekerjaan, maupun jejaring internasional.

Secara khusus kepada mahasiswa perempuan, Krisantus berpesan agar menjaga pergaulan dan memiliki prinsip yang kuat dalam menentukan pilihan hidup.

“Jangan mudah tertarik hanya karena penampilan seseorang. Kenali karakter dan tanggung jawabnya. Jagalah diri, karena masa depan kalian sangat berharga,” katanya.

Lebih lanjut, Krisantus menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

“Kita semua bersaudara. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Kalimantan Barat yang semakin maju. Jadilah mahasiswa yang memberi contoh dalam menjaga persatuan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pengabdian mahasiswa, Wakil Gubernur menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta KKN selama bertugas di Desa Wajok Hilir.

Pada kesempatan yang sama, Krisantus juga menyampaikan optimisme terhadap pembangunan Kalimantan Barat.

Ia berharap operasional penuh Pelabuhan Kijing dapat segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekspor daerah dan berdampak pada bertambahnya Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Provinsi Kalimantan Barat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, berencana menertibkan kendaraan berpelat nomor luar daerah yang beroperasi secara tetap di Kalimantan Barat.

“Kendaraan yang digunakan dan beroperasi di Kalimantan Barat sudah seharusnya terdaftar di Kalimantan Barat. Dengan demikian, pajak kendaraan dapat kembali menjadi pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Penulis: Ramadhani/r

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play