SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Gelombang Panas Ekstrem, Ini Pentingnya Menjaga Cairan Tubuh

Gelombang Panas Ekstrem, Ini Pentingnya Menjaga Cairan Tubuh

Masyarakat dianjurkan untuk tidak menunggu rasa haus terlebih dahulu sebelum minum. (Freepik.com/Tirachardz)

Suara Kalbar – Gelombang panas ekstrem yang terjadi belakangan ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Suhu tinggi membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan suhu, terutama melalui produksi keringat yang meningkat.

Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Tanpa asupan yang cukup, risiko dehidrasi hingga kelelahan akibat panas dapat meningkat, terutama bagi individu yang beraktivitas di luar ruangan.

Kebutuhan Cairan Meningkat Saat Cuaca Panas

Saat suhu lingkungan meningkat, kebutuhan cairan tubuh ikut bertambah. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan suhu tinggi mempercepat kehilangan cairan akibat meningkatnya produksi keringat.

ADVERTISEMENT

Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak menunggu rasa haus sebelum minum. Dalam kondisi normal, kebutuhan cairan berkisar 2 hingga 3 liter per hari, namun jumlah ini bisa meningkat saat cuaca panas ekstrem. Pola minum yang disarankan antara lain:

  • Minum air secara rutin sepanjang hari.
  • Tidak menunggu minum hingga merasa haus terlebih dahulu.
  • Mengonsumsi air dalam jumlah kecil tetapi sering.
  • Menjaga asupan minimal 2–3 liter per hari atau lebih saat panas.

Pendekatan minum secara berkala, misalnya satu gelas setiap jam saat terpapar panas, dinilai lebih efektif menjaga keseimbangan cairan dibandingkan minum dalam jumlah besar sekaligus.

Mengutip laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rasa haus bukan indikator yang cukup cepat untuk menunjukkan kebutuhan cairan tubuh.

Efek Kehilangan Cairan bagi Tubuh

Saat berkeringat, tubuh tidak hanya kehilangan cairan, tetapi juga elektrolit yang berperan penting dalam menjaga fungsi otot dan keseimbangan tubuh.

Jika kehilangan ini tidak segera digantikan, berbagai gangguan dapat muncul. Gejala awal biasanya berupa rasa lelah, pusing, hinggaa penurunan konsentrasi.

Dalam kondisi yang lebih serius, dehidrasi dapat berkembang menjadi kelelahan akibat panas hingga heatstroke yang berbahaya.

Pengaruh Aktivitas dan Lingkungan

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada aktivitas dan kondisi lingkungan.

Individu yang bekerja di luar ruangan atau sering terpapar sinar matahari membutuhkan asupan cairan lebih tinggi. Aktivitas fisik yang intens juga mempercepat produksi keringat, sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang.

Selain itu, lingkungan dengan tingkat kelembapan tinggi membuat keringat sulit menguap. Akibatnya, tubuh terus memproduksi keringat untuk menurunkan suhu, yang berujung pada peningkatan kehilangan cairan.

Kelompok Rentan Butuh Perhatian Khusus 

Pada kelompok ini, kemampuan tubuh menjaga keseimbangan cairan cenderung lebih terbatas sehingga membutuhkan perhatian ekstra. Beberapa kelompok lebih rentan mengalami dehidrasi saat cuaca panas, yakni anak-anak, orang lanjut usia (lansia), pekerja luar ruangan, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Kenali Tanda Dehidrasi

Dehidrasi sering dimulai dengan gejala ringan, tetapi bisa berkembang menjadi kondisi serius jika diabaikan. Mengenali gejala sejak dini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Mulut kering.
  • Tubuh lemas.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Urine berwarna pekat.
  • Frekuensi buang air kecil menurun.

Air Mineral Jadi Pilihan Utama

Dalam kondisi panas ekstrem, air mineral tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi. Air lebih mudah diserap tubuh dan tidak membebani metabolisme.

Sebaliknya, minuman berkafein dan beralkohol sebaiknya dibatasi karena dapat mempercepat kehilangan cairan. Meski demikian, konsumsi air juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan, karena minum berlebihan dalam waktu singkat tidak dianjurkan.

Saat suhu udara meningkat, kebutuhan cairan tubuh ikut berubah. Mengandalkan pola minum seperti biasa tidak lagi cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Memenuhi kebutuhan cairan secara konsisten menjadi kunci agar tubuh mampu beradaptasi dengan kondisi panas dan terhindar dari risiko dehidrasi maupun gangguan kesehatan lainnya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan