SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Tangis Pecah di Dusun Tain, Kepulangan Terakhir Charles Disambut Duka Mendalam

Tangis Pecah di Dusun Tain, Kepulangan Terakhir Charles Disambut Duka Mendalam

Jenazah almarhum Charles saat tiba di rumah duka di dusun Tain desa keruap, kecamatan menukung, kabupaten Melawi/ dea Kusumah Wardhana

Melawi (Suara Kalbar) -Langit Dusun Tain, Desa Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, seolah ikut berduka saat jenazah Charles D. Lakidang korban dalam tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air akhirnya tiba di rumah duka, Sabtu (18/4/2026) malam. Setelah menempuh perjalanan dari RS Bhayangkara Pontianak.

Di dalam rumah sederhana itu, suasana hening bercampur isak tangis menyelimuti setiap sudut ruangan.

Di tengah ruangan, peti jenazah yang tertutup rapi diletakkan di atas karpet bermotif. Di sampingnya, sebuah foto mendiang terpajang, seakan menjadi pengingat akan sosok yang kini telah pergi untuk selamanya. Keluarga terdekat duduk bersimpuh, tak kuasa menahan haru.

Seorang perempuan yang diduga anggota keluarga tampak menggenggam kipas di tangannya, sesekali mengusap air mata yang terus mengalir. Tatapannya kosong, seolah masih sulit menerima kenyataan pahit yang datang begitu tiba-tiba.

Charles D. Lakidang merupakan salah satu dari delapan korban dalam tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air. Insiden nahas itu terjadi pada Kamis pagi, 16 April 2026, di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Kabar duka itu menghantam keluarga seperti petir di siang bolong. Tak ada yang menyangka, perjalanan yang semula biasa justru menjadi perjalanan terakhir bagi Charles.

Sejak jenazah tiba, rumah duka tak pernah sepi. Warga, kerabat, hingga sahabat berdatangan silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir. Jejeran karangan bunga ucapan dukapun menghiasi pekarangan rumah.

Doa-doa dipanjatkan, mengiringi kepergian sosok yang dikenal ramah dan bersahaja di lingkungan tempat tinggalnya.

Salah seorang anggota keluarga menyampaikan, semasa hidupnya Charles dikenal sebagai pribadi yang penuh tanggung jawab.

“Dia itu orangnya pekerja keras, selalu berusaha untuk keluarga. Sangat penyayang juga, tidak pernah lupa dengan anak dan istrinya,” ujarnya dengan suara bergetar menahan tangis, kepada Suara Kalbar. Co. Id

Isak tangis kembali pecah ketika keluarga mulai mengenang kebersamaan semasa hidupnya. Cerita-cerita sederhana tentang kebaikan Charles menjadi pengikat kenangan yang kini hanya bisa diingat, tak lagi dirasakan.

Di balik duka yang mendalam, kehangatan solidaritas warga Dusun Tain terasa begitu kuat. Mereka hadir, bukan hanya untuk melayat, tetapi juga menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.

Penulis : Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan