SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Sport Debut Bersejarah Marie-Louise Eta di Bundesliga Berujung Kekalahan Union Berlin

Debut Bersejarah Marie-Louise Eta di Bundesliga Berujung Kekalahan Union Berlin

Pelatih kepala baru klub sepak bola Bundesliga FC Union Berlin, Marie-Louise Eta. (AP/Ebrahim Noroozi)

Suara Kalbar – Marie-Louise Eta mencatat sejarah sebagai pelatih wanita pertama di Bundesliga atau Liga Jerman, tetapi debutnya bersama Union Berlin harus berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Wolfsburg, Sabtu (18/4/2026).

Meski mendapat sambutan meriah dari suporter sebelum laga, Union gagal memenuhi ekspektasi. Kekalahan ini terasa menyakitkan, terutama karena Wolfsburg datang tanpa kemenangan dalam 12 pertandingan sebelumnya.

Sebelum pertandingan, Eta menegaskan tidak ingin larut dalam euforia pencapaian pribadinya. Ia memilih fokus pada tugas utama, yakni menyelamatkan Union dari ancaman degradasi pada Bundesliga.

Ditunjuk sebagai pelatih sementara dengan lima laga tersisa, kini Union hanya memiliki empat pertandingan lagi. Posisi mereka makin terancam karena hanya berjarak enam poin dari zona degradasi, meski sempat tampil dominan di akhir laga melawan Wolfsburg.

“Pertama-tama, tentu saja saya kecewa karena kami kalah dalam pertandingan ini. Namun, saya sangat senang dengan bagaimana kami bermain hari ini, dengan penampilan para pemain,” kata Eta.

Menurutnya, sebelum laga tersebut, para pemain telah berlatih dengan penuh energi. Hanya saja, ternyata hasil pertandingan berbicara lain.

“Kami membicarakan banyak hal minggu ini. Kami juga melihat para pemain berlatih dengan energi yang baik, dengan keyakinan yang besar, dan kami menerapkan rencana yang telah kami kembangkan selama beberapa hari terakhir dengan sangat baik hari ini,” ujarnya.

Union menciptakan sejumlah peluang emas, tetapi kiper Wolfsburg, Kamil Grabara, tampil gemilang dan menjadi pembeda. Sebaliknya, kelengahan lini belakang tuan rumah dimanfaatkan dengan baik oleh Patrick Wimmer dan Dženan Pejčinović yang mencetak gol pada awal masing-masing babak.

“Hari ini, yang terpenting adalah fokus pada hal-hal penting. Pada akhirnya, ini tentang sepak bola, dan saya sangat menantikan untuk memainkan pertandingan Bundesliga ini di sini,” ujar Eta.

“Pada akhirnya, sangat pahit dan mengecewakan bahwa kami pulang tanpa poin,” tambahnya.

Pada usia 34 tahun, Eta menjadi pelatih wanita pertama di kasta tertinggi lima liga besar Eropa dalam sepak bola pria. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terlalu memikirkan pencapaian tersebut.

Sambutan unik datang dari suporter Union sebelum laga dimulai. Saat pengumuman susunan pemain, mereka meneriakkan “Fussballgott!” untuk setiap pemain. Namun, ketika nama pelatih diumumkan, terdengar teriakan “Fussballgottin!” yang berarti “dewi sepak bola”.

Sebelumnya, Eta juga mencatat sejarah sebagai asisten pelatih wanita pertama di Bundesliga pria pada 2023, masih bersama Union. Ia juga pernah menangani tim U-19 pria klub tersebut dan akrab disapa Louie.

Dalam laga debutnya sebagai pelatih kepala, Eta melakukan empat perubahan dari tim yang kalah dari Heidenheim pada pekan sebelumnya, termasuk memasukkan kembali pemain senior Christopher Trimmel.

“Bagi Louie, tentu saja sulit untuk menerapkan semua hal baru hanya dalam tiga atau empat hari sehingga semuanya dapat diimplementasikan dengan segera. Itu sangat bisa dimengerti. Itu akan sulit bagi pelatih mana pun, tetapi kami tetap berhasil menjalankan rencana pertandingan yang solid dengan baik. Banyak hal berjalan lancar,” kata Trimmel.

Trimmel tetap memberi dukungan kepada pelatih barunya tersebut. “Saya tetap positif,” tambahnya.

Union masih harus menghadapi jadwal berat pada sisa musim. Mereka akan bertandang ke markas Leipzig yang sedang memburu tiket Liga Champions, lalu menjamu rival degradasi Cologne.

Selanjutnya, Union akan bertemu Mainz yang dilatih mantan pelatih mereka, Urs Fischer, sebelum menutup musim dengan laga kandang melawan Augsburg pada 16 Mei. “Kami langsung cocok,” ujar bek Union Derrick Köhn mengenai sosok Eta.

Menurutnya, Eta membagikan rencana permainannya kepada para pemain. Para pemain pun menerapkan apa yang dia berikan.

“Tidak banyak hal baru, jadi kami merasa sangat nyaman dengannya. Kami mencoba, terutama hari ini, untuk memberinya kemenangan sebagai hadiah, tetapi sayangnya, kami tidak berhasil. Seperti yang saya katakan, kami akan terus maju. Kami akan mencoba menganalisis ini dan kemudian mempersiapkan diri untuk Leipzig dan mencoba memberinya hadiah di sana,” tambahnya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play