Tinggalkan Tradisi Coret Baju, SMPN 1 Jongkat Rayakan Kelulusan dengan Berbagi Pakaian Layak Pakai

Sejumlah siswa-siswi dan guru SPMN 1 Jongkat, Desa Jongkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Senin (10/6/2024), merapikan dan melakukan proses packing baju layak pakai untuk di salurkan kepada warga yang membutuhkan.[SUARAKALBAR.CO.ID/Diko Eno]

Mempawah (Suara Kalbar)- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jongkat melaksanakan kegiatan berbagi pakaian layak pakai di halaman sekolah, Jalan Raya Desa Jongkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Senin (10/6/2024).

Kegiatan ini menggantikan tradisi coret-coret baju yang biasa dilakukan saat kelulusan dengan aksi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala SMPN 1 Jongkat, Siti Aisyah, menyatakan bahwa kegiatan ini melibatkan siswa-siswi kelas 9 dan mungkin juga kelas lainnya.

“Pada hari ini SMPN 1 Jongkat merayakan kelulusannya dengan kegiatan berbagi baju layak pakai, yang dikumpulkan oleh siswa-siswi SMPN 1 Jongkat dari kelas 9 dan tak menutup kemungkinan kelas lainnya juga ikut serta dalam kegiatan ini,”katanya kepada Suarakalbar.co.id, Senin.

Pakaian layak pakai yang terkumpul akan disalurkan ke daerah-daerah di Kalimantan Barat yang membutuhkan bantuan, termasuk warga yang kurang mampu. Proses penyaluran akan dibantu oleh yayasan Volunteer Kasih dalam Perbuatan di Desa Jongkat.

Ini menunjukkan kepedulian sosial siswa-siswi SMPN 1 Jongkat terhadap lingkungan sekitar mereka.

Penyerahan secara simbolis baju layak pakai dari SMPN 1 Jongkat, Desa Jongkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Senin (10/6/2024) kepada Yayasan Volunteer Kasih dalam Perbuatan untuk proses penyaluran nantinya kepada warga yang membutuhkan. [SUARAKALBAR.CO.ID/Diko Eno]
“Baju layak pakai ini akan disalurkan ke daerah-darah yang mengalami musibah yang ada di Kalimantan Barat. Namun tak terlepas dari memberikan kepada warga yang kurang mampu,”ujarnya.

Tahun ini, SMPN 1 Jongkat meluluskan 179 siswa. Menurut Siti Aisyah, kegiatan ini sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan yang melarang perayaan kelulusan dengan coret-coret baju atau konvoi.

“Jumlah lulusan SMPN 1 Jongkat tahun 2023-2024 berjumlah 179 siswa,”ungkapnya.

“Sesuai dengan surat edran dari dinas Pendidikan bahwa dilarang untuk merayakan kelulusan dengan coret-coret baju atau konvoi, maka SMPN 1 Jongkat mengganti kegiatan yang kurang bermanfaat tersebut dengan kegiatan yang bermanfaar salah satunya dengan kegiatan  berbagi ini,”sambungnya lagi.

Kegiatan berbagi ini juga sejalan dengan visi sekolah, yaitu unggul dalam mutu, berakhlak mulia, kreatif, dan peduli lingkungan. Ini menciptakan semangat kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh warga sekolah.

Siswa-siswi dengan antusias mengumpulkan pakaian layak pakai dari rumah mereka dan menyerahkannya di sekolah. Beberapa dari mereka bahkan membawa lebih dari satu pakaian, menunjukkan antusiasme dan komitmen mereka terhadap kegiatan ini.

“Ini Sesuai dengan visi sekolah kami yaitu unggul dalam mutu berakhlak mulia kemudian kreatif dan peduli lingkungan. Jadi sesuai dengan profil pelajar Pancasila, kami disini menginginkan anak-anak kami atau berupaya sedini mungkin anak-anak itu tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas karakternya dengan peduli terhadap sesame mempunyai rasa empati yang tinggi denganberbagi pakaian layak pakai tersebut,”tutupnya.

Dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila dan kepedulian sosial, SMPN 1 Jongkat menunjukkan bahwa perayaan kelulusan bisa menjadi momen yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS