Gawai Dayak ke-XVIII Melawi Siap Digelar, Angkat Tema Dayak Bebiris ‘Sigik Nyuruh Bisik Seloka Nyuruh Berada’
Melawi (Suara Kalbar) – Perayaan budaya tahunan masyarakat Dayak, Gawai Dayak ke-XVIII Kabupaten Melawi Tahun 2026, dipastikan siap digelar pada 28 hingga 31 Mei 2026 di Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Tahun ini, perhelatan akbar tersebut mengusung tema, “Dayak Bebiris’ Sigik Nyuruh Bisik’ Seloka Nyuruh Berada: Budaya Zaman Tuha, Resistensi Masyarakat Adat Dayak di Tengah Kemajuan Zaman.”
Tema ini mengandung makna mendalam tentang semangat masyarakat adat Dayak dalam menjaga warisan budaya leluhur sebagai identitas yang tetap kokoh di tengah derasnya perkembangan modernisasi.
Ketua Panitia Gawai Dayak Kabupaten Melawi, Saleh Tapa, menyampaikan bahwa tema yang diangkat menjadi refleksi komitmen bersama dalam mempertahankan nilai-nilai adat dan tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Tema ini menggambarkan kekuatan masyarakat adat Dayak dalam menjaga akar budaya leluhur. Kemajuan zaman adalah keniscayaan, namun identitas budaya tidak boleh luntur. Justru budaya harus menjadi fondasi dalam melangkah ke masa depan,” ujar Saleh Tapa, kepada Jurnalis Suara Kalbar. Co. Id, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan, Gawai Dayak bukan hanya agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat jati diri masyarakat Dayak sekaligus mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa budaya Dayak bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi kekuatan hidup yang harus terus dirawat, dibanggakan, dan dikembangkan,” tambahnya.
Gawai Dayak ke-XVIII akan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya display karnaval budaya, fashion show casual Dayak, perlombaan tradisional, pertunjukan seni dan budaya, hiburan stand pameran, pentas lagu Dayak, serta ajang Inau Gawai Tahun 2026.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, pengrajin lokal, serta pelaku seni kreatif di Kabupaten Melawi.
Panitia pelaksana bersama Dewan Adat Dayak Kabupaten Melawi mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan perhelatan budaya terbesar tersebut.
“Mari bersama-sama kita sukseskan Gawai Dayak ke-XVIII ini sebagai bukti bahwa budaya Dayak tetap berdiri teguh, hidup, dan menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkap Saleh Tapa.
Gawai Dayak ke-XVIII Kabupaten Melawi 2026 hadir sebagai simbol keteguhan adat, kebersamaan, dan semangat menjaga warisan leluhur di tengah arus kemajuan zaman.
“Hadiri dan Meriahkan, Lestarikan Budaya, Eratkan Persaudaraan.” ajak Saleh.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana





