SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Festival Mattompang Digelar di Pontianak, Upaya Lestarikan Warisan Budaya Bugis

Festival Mattompang Digelar di Pontianak, Upaya Lestarikan Warisan Budaya Bugis

Festival Mattompang, tradisi sakral penyucian benda benda pusaka. SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar Bahari

Pontianak (Suara Kalbar)- Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak menggelar Festival Mattompang, sebuah ritual sakral yang bertujuan untuk menyucikan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya Bugis yang kini terus dijaga, bahkan berkembang di tengah masyarakat perantauan atau diaspora Bugis di Kalimantan Barat.

Budayawan Sulawesi Selatan, Abdi Mahesa, menjelaskan bahwa tradisi Mattompang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2018.

“Ini merupakan warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2018, yang merupakan tradisi pencucian benda pusaka. Benda-benda ini pada masa lampau memiliki peran strategis dalam pertahanan masyarakat Bugis. Pada malam hari ini, kita menyaksikan bagaimana kegiatan tersebut dikembangkan, bukan di kampung asalnya, tetapi di tengah diaspora Bugis,” ujarnya usai kegiatan, Sabtu (02/5/2026).

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Anggi Febri Ardika, menilai kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.

“Ini adalah salah satu seni dan budaya yang ada di Indonesia. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi agar kita lebih mengenal budaya kita sendiri. Tanpa budaya, kita tidak akan mengetahui identitas kita,” katanya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, turut mengajak generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya, khususnya budaya Bugis yang menjadi bagian dari keberagaman di Kota Pontianak.

“Anak muda di Kota Pontianak dari berbagai macam suku, khususnya suku Bugis, pada kesempatan malam hari ini, ayo kita jaga dan terus lestarikan budaya kita sendiri. Kita banggakan dan perkenalkan bahwa kita memiliki budaya dari leluhur yang harus kita pertahankan hingga ke anak cucu nanti,” ungkapnya.

Penulis: Fajar Bahari

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play