Pemprov Kalbar Kampanye Gemarikan dan Launching Rumah Pangan B2SA di Sekadau

Kegiatan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Rumah Betang Youth Center Kabupaten Sekadau, Kamis (13/6/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/Wulan

Sekadau (Suara Kalbar) – Pj. Gubernur Kalbar diwakili Kadis Ketahanan Pangan Prov. Kalbar Ir. Herty Herawati, menghadiri Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Peluncuran Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), di Rumah Betang Youth Center Sekadau, Kamis (13/6/2024).

Kadis Ketahanan Pangan Prov. Kalbar Ir. Herty Herawati, mengatakan akselerasi makanan instan ini memang sangat diperlukan promosi karena angka konsumsi ikan di Kalbar masih di bawah rata-rata nasional. Meski begitu Ia optimis angka konsumsi ikan bisa ditingkatkan.

Menurutnya masyarakat di Kalbar sudah gemar makan ikan. Hanya saja ketersediaan ikan dan harganya yang harus disesuaikan dengan masyarakat.

Berkaitan dengan gemar makan ikan yang mampu mendukung upaya penurunan angka stunting. Herty juga mengapresiasi Kabupaten Sekadau karena angka stunting terendah di Kalbar yakni 12,2%. Meski begitu, Dia menegaskan gerakan makan ikan harus tetap dilaksanakan karena angka gemar ikan Kabupaten Sekadau masih di zona kuning, dan berada di bawah rata-rata Provinsi Kalbar.

Sementara itu, terkait B2SA, Herty menjelaskan bahwa kegiatan ini berarti menyerahkan rumah pangan, tetapi menyerahkan produk makanan sehat yang diproduksi di rumah B2SA. Ada 5 kabupaten kota yang mendapat program ini, satu di antaranya Kabupaten Sekadau.

” Anggarannya 60 juta untuk satu kegiatan, disalurkan ke kelompok, ddi Sekadau bernama Suri Bertunas, nanti kelompok ini didampingi TP PKK, kader posyandu dan puskesmas itu memilih 40 anak untuk sasaran penerima manfaat khususnya stunting, disini terdata balita stunting 26 orang, balita gizi buruk 2 orang, balita gizi kurang 9 orang, ibu hamil 3 orang, jumlahnya 40 orang, program ini sampai Desember, ” jelas Herty.

Bupati Sekadau diwakili Asisten 2 Bidang Perekonomian, Pembangunan. Drs. Heronimus pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Provinsi Kalbar Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan yang telah mengadakan kegiatan memasyarakatkan makan ikan tersebut.

Heronimus menjelaskan terkait ketersediaan ikan di Kabupaten Sekadau sudah cukup, namun ada beberapa persoalan yang masih dihadapi yakni mengubah kebiasaan masyarakat terkait konsumsi ikan.

“Karena banyak yang beranggapan bahwa makan ayam dan sapi lebih tinggi kelasnya daripada makan ikan. Itu yg menjadi persoalan. Tetapi pemda selalu berkerjasama dengan, PKK, GOW, ormas, dan kader posyandu selalu memberikan masukkan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mengkonsumsi ikan terutama untuk anak-anak, ” ujarnya.

Terkait stunting, sejak tahun 2023, Pemda Sekadau sudah membentuk tim penanganan stunting. Sehingga sudah ada bapak asuh stunting, dan angka stunting di Kabupaten Sekadau dapat turun menjadi 12 persen.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS