BNN Kalbar Musnahkan 19 Kg Sabu Hasil Pengungkapan di Perbatasan RI- Malaysia

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Luqman Arie, Bupati Bengkayang, Kepala BNNP Provinsi Kalimantan Barat Sumirat saat melakukan pemusnahan barang bukti narkoba secara simbolis (SUARAKALBAR.CO.ID/Iqbal Meizar)

Bengkayang (Suara Kalbar) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Barat melakukan pemusnahan barang Bukti Narkoba Hasil pengungkapan di perbatasan Indonesia-Malaysia beberapa waktu yang lalu.

Hasil dari pengungkapan tersebut, Kodam 12/Tanjungpura menyerahkan barang bukti berupa 20 bungkus Narkoba tersebut kepada BNN Provinsi Kalimantan Barat. Untuk tindakan lebih lanjut, BNN Provinsi Kalimantan Barat pun melakukan pemusnahan barang bukti.

Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat, Sumirat mengatakan pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan hasil dari pengungkapan oleh satgas pamtas Indonesia-Malaysia.

“Sebelumnya pengagalan kasus penyelundupan Narkoba jenis sabu ini dilakukan oleh satgas pamtas yang ada di Jagoi babang, saat itu terdapat 5 orang pelaku, 2 orang dari malaysia dan 3 orang dari indonesia,” Saat pers konferebsu pemusnahan narkoba yang dilakukan di pulau Lumukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang pada Senin (24/6/2024).

Sumirat juga mengungkapkan, yang awalnya waktu diserahkan kepada BNN Provinsi Kalimantan Barat itu beratnya 21 Kilogram, namun saat dilakukan penumbangan ulang dan melihat hasil berat bersihnya menjadi 19 Kilogram.

“Saat dilakukan penyerahan barang bukti tersebut beratnya adalah 21kg, namun saat dilakukan penimbangan ulang yang dilakukan Upt Metrologi Pontianak, terdapan 60 Kantong Plastik yang melapisi narkoba tersebut sehingga berat bersih dari Narkoba tersebut menjadi 19 Kg,” ungkapnya.

Sebelum dilakuan permusnahan barang bukti narkoba tersebut, Narkoba tersebut juga telah disisihkan untuk berbagai macam kepentingan seperti, persidangan, lab, dan edukasi pendidikan.

“Barang bukti ini juga telah disisikan untuk keperluan Lab, keperluan Persidangan, Keperluan Ilmu pengetahuan pendidikan dan Teknologi,” ujarnya.

Dikatakanya lagi, pemusnakan narkoba ini merupakan komitmen dari BNN RI untuk memberantar peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaanya.

“Narkoba ini merupakan ancaman bagi keberlangsungan bangsa dan negarq, oleh sebab itu pemusnahan ini dilakukan yang membuktikan bahwa BNN berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS