Rutan Putussibau Tingkatkan Pengawasan Terhadap Kasus Narkoba

Kepala Rutan Putussibau Efendi. (ANTARA)

Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Putussibau, Efendi, mengungkapkan bahwa mayoritas warga binaan di Rutan Putussibau terlibat dalam kasus narkoba. Dari total 118 narapidana, 26 di antaranya terjerat kasus narkoba, termasuk satu narapidana yang merupakan warga negara Malaysia yang telah dijatuhi hukuman mati.

“Kasus narkoba masih mendominasi, ada 26 orang warga binaan yang terjerat kasus narkoba salah satunya yang berasal dari Warga Negara Malaysia,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(15/5/2024).

Efendi menyatakan bahwa narapidana warga Malaysia tersebut akan segera dipindahkan dari Rutan Putussibau untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam upaya mengantisipasi penyelundupan dan peredaran narkoba di dalam rutan, Rutan Putussibau terus memperketat pengawasan. Efendi menambahkan bahwa pada bulan sebelumnya, pihaknya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam rutan.

“Pengawasan semakin kami perketat, apalagi pada bulan lalu kami berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu ke dalam rutan,” ucapnya.

Menurut Efendi, secara umum pengamanan di Rutan Putussibau masih terkendali, hanya saja perlunya perhatian serius terkait pembangunan pagar pengaman.

Ia menyampaikan Rutan Putussibau sudah mengusulkan pembangunan pagar pengaman dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp10 miliar, dengan harapan bisa menjadi perhatian.

“Untuk saat ini pagar keliling untuk pengamanan belum memenuhi standar, selain tinggi pagar kurang lebih hanya empat meter, pagar itu pun hanya satu lapis, mestinya pagar dua lapis dengan ketinggian paling tidak enam meter,” katanya.

Meskipun demikian, hal tersebut bukan menjadi suatu kendala dalam peningkatan pengawasan dan pengamanan Ruta Putussibau.

“Yang jelas kami memperketat pengawasan, apalagi penghuni rutan didominasi oleh kasus narkoba,” kata Efendi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS