SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah KADIN Mempawah Desak Pemkab Segera Ungkap Penyebab Kematian Massal Ikan Keramba Apung

KADIN Mempawah Desak Pemkab Segera Ungkap Penyebab Kematian Massal Ikan Keramba Apung

Pemandangan memilukan terlihat di sepanjang aliran sungai Mempawah. Ribuan ikan tampak mengapung ke permukaan dalam kondisi lemas, sementara sebagian besar lainnya ditemukan sudah mati, Rabu (10/6/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Peristiwa matinya ratusan ribu bahkan diperkirakan mencapai jutaan ekor ikan dalam keramba apung di aliran Sungai Mempawah, Kalimantan Barat, mulai Rabu (10/6/2026), memantik keprihatinan berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mempawah, M. Husni Thamrien.

Haji Thamrien, sapaan akrabnya, berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah bergerak cepat menangani persoalan tersebut dengan melibatkan dinas terkait untuk melakukan investigasi dan mencari akar penyebab kematian massal ikan yang merugikan para pembudidaya.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui dinas terkait mesti segera turun tangan. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Temukan akar masalahnya agar ke depan dapat dilakukan langkah mitigasi yang tepat,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Thamrien, pemerintah bersama instansi terkait bahkan perlu meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan penelitian secara komprehensif guna mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut.

“Langkah itu dinilai penting agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan kejadian serupa tidak terus berulang,” imbuh dia.

Ia menegaskan, kematian massal ikan keramba bukan hanya mengancam keberlangsungan usaha budidaya ikan air tawar, tetapi juga menjadi pukulan berat bagi perekonomian masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor perikanan di Kabupaten Mempawah.

“Setahu saya, peristiwa kematian ikan keramba di aliran Sungai Mempawah ini sudah beberapa kali terjadi. Kerugian yang ditimbulkan tidak kecil dan sangat dirasakan oleh nelayan maupun pemilik keramba,” katanya.

Padahal, lanjut Thamrien, budidaya ikan keramba apung di Sungai Mempawah selama ini telah menjadi salah satu ikon daerah yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah menjadikan persoalan kematian ikan keramba sebagai salah satu fokus penanganan serius.

Dengan upaya yang terarah dan berbasis kajian ilmiah, diharapkan fenomena serupa tidak lagi menjadi ancaman yang terus menghantui para pembudidaya ikan di masa mendatang.

“Kita berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret dan berkelanjutan agar usaha budidaya ikan keramba di Sungai Mempawah tetap terjaga dan masyarakat tidak terus-menerus mengalami kerugian akibat kejadian yang berulang,” pungkasnya.

Penulis: Distra

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play