Kalbar Tingkatkan Sarana Pembelajaran di SMK untuk Hadapi Era Digital

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat Rita Hastarita memantau penggunaan alat spooring dan balancing di SMK Negeri 1 Semparuk, Kabupaten Sambas. (ANTARA)

Pontianak (Suara Kalbar)- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Rita Hastarita, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan dengan memodernisasi peralatan belajar siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka.

“Salah satu contoh di SMKN 1 Semparuk Kabupaten Sambas terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyediakan ruang praktek siswa yang dilengkapi dengan peralatan komputerisasi untuk spooring dan balancing. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” kata Rita melansir dari ANTARA, Senin(20/5/2024).

Rita menjelaskan bahwa fasilitas baru ini memungkinkan siswa untuk belajar dan berlatih dengan teknologi yang sama seperti yang digunakan di dunia kerja. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis yang sangat berharga.

“Penyediaan ruang praktek dengan peralatan komputerisasi spooring dan balancing adalah salah satu bentuk investasi kami dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di era digital,” tuturnya.

Transformasi pendidikan di Kalimantan Barat sedang bergerak menuju era digitalisasi. SMKN 1 Semparuk berupaya untuk berada di garis depan perubahan ini dengan menyediakan fasilitas dan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi siswa dalam mengasah keterampilan teknis mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Sejalan dengan program “SMK Bisa SMK Hebat,” yang dicanangkan oleh pemerintah, SMKN 1 Semparuk tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis siswa, tetapi juga pada pengembangan karakter dan etos kerja yang kuat.

“Program ini menekankan pentingnya pendidikan vokasional dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja, yang sangat dibutuhkan oleh industri saat ini,” katanya.

Hal yang sama juga di lakukan pada SMK Negeri 1 Sintang, di mana siswa di sana saat ini sedang merancang mobil listrik yang diharapkan dapat terus dikembangkan.

Kemudian saat ini pihaknya juga sudah memfasilitasi pengadaan drone SMK Kalimantan Barat cetak petani modern spayer di 12 SMK Negeri yang ada di Kalbar, yaitu Singkawang, Sambas, Landak, Kayong Utara, Melawi, Sintang, Sanggau dan Kubu Raya.

“Ini merupakan bagian dari digitalisasi sekolah pada berbagai kegiatan, terobosan yang memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi, untuk mempermudah proses belajar mengajar dan mencetak lulusan siap kerja,” tuturnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS