Terdaftar Peserta PBI, Romlah Bersyukur dapat Jalani Pengobatan Jantung dengan Lancar

Romlah (53).

Pontianak (Suara Kalbar)- Romlah (53) terdaftar sudah terdaftar Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak tahun 2014 silam.

Tak hanya dirinya, semua anggota keluarganya yaitu suami dan kelima anaknya juga terlindungi oleh Program JKN yang dibiayai pemerintah pusat. Program JKN terbukti sangat berarti bagi Romlah, apalagi sejak 2 tahun kebelakang ia harus menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.

“Sekitar 2 tahun yang lalu tepatnya tahun 2021 saya mengalami pembengkakan pada jantung. Selain jantung saya juga mempunyai riwayat tekanan darah tinggi. Sejak saat itu hingga sekarang saya rutin berobat dan mengkonsumsi obat-obatan. Bersyukur semua ditanggung oleh Program JKN, setiap berobat tidak perlu membayar lagi dan layanan yang diberikan di Puskesmas ataupun rumah sakit juga sangat baik, sekarang cukup tunjukan KTP saja sudah bisa diterima untuk berobat,” ujar Romlah.

Romlah tak membayangkan jika ia dan keluarga harus membayar secara mandiri iuran JKN setiap bulan dengan jumlah anggota keluarga total 7 orang.

Ia mengatakan suaminya seorang buruh bangunan dan dirinya hanya seotang ibu rumah tangga, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah alhamdulillah jika terpenuhi. Dengan adanya JKN gratis ini sangat bermanfaat untuk membantu kestabilan perekonomian keluarganya.

“Saya bersyukur sekali ada Program JKN yang telah menjamin semua pengobatan yang saya jalani ini. Hari ini saya datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Pontianak untuk melakukan pengurusan administrasi salah satu anak saya yang sudah menikah sehingga saya harus melaporkan kesini dan jika tidak ditanggung saya akan mendaftarkannya sebagai peserta mandiri. Disini juga layanannya baik petugasnya ramah penjelasannya mudah dipahami, mantaplah,” kata Romlah.

Karena tidak terlalu pandai menggunakan smartphone, Romlah kerap mengecek keaktifan Kartu JKN keluarganya melalui Puskesmas dimana ia dan keluarganya terdaftar. Tak masalah baginya ketika harus sering bolak balik ke fasilitas kesehatan tersebut karena jaraknya juga tidak terlalu jauh dari rumahnya.
Menurut Romlah keaktifan kepesertaan JKN menjadi prioritas karena jika sampai tidak aktif ia akan kesulitan untuk melakukan pengobatan rutin.

Sebagai informasi selain melalui fasilitas kesehatan, peserta JKN dapat melakukan pengecekan keaktifan kepesertaannya melalui beberapa kanal layanan antara lain melalui Chat Asisten Pribadi BPJS Kesehatan (Chika) di nomor 08118750400.

Melalui layanan Chatbot 24 jam ini berbagai informasi dan layanan dapat diakses antara lain cek status kepesertaan, cek tagihan iuranm cek virtual account, skrining riwayat kesehatan, info JKN, panduan layanan, sampai pengaduan dapat dilakukan melalui layanan Chika ini.

Masih banyak layanan digital lainnya yang bisa diakses oleh peserta diantaranya chat dengan admin Pandawa di nomor 08118165165 ataupun melalui Aplikasi Mobile JKN. Berbagai kemudahan layanan digital tersebut terus dikembangkan agar peserta JKN dapat mengakses layanan dengan mudah dan cepat. Selain itu BPJS Kesehatan bersama Fasilitas Kesehatan (Faskes) juga terus berkolaborasi untuk memberikan layanan terbaik kepada peserta JKN, salah satunya dengan mendukung Janji Layanan JKN.

Janji Layanan JKN diantaranya menerima NIK/KTP/KIS Digital untuk pendaftaran, tidak meminta dokumen fotokopi kepada peserta sebagai syarat pendaftaran, memberikan pelayanan tanpa biaya tambahan di luar ketentuan, tidak melakukan pembatasan hari rawat pasien (sesuai indikasi medis), memberikan pelayanan obat yang dibutuhkan dan tidak membebankan kepada peserta untuk untuk mencari obat jika terjadi kekosongan obat, melayani peserta yang berasal dari FKTP luar wilayah Kabupaten/Kota maksimal 3x/bulan, melayani konsultasi online (FKTP) kepada peserta, serta melayani peserta dengan ramah tanpa diskriminasi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Penulis: Hendra / rEditor: Suhendra