Sambas  

Sambas Tetap Jadi Sentra Padi Unggulan di Kalbar, Produksi Padi Meningkat

Kegiatan panen padi di Kabupaten Sambas. ANTARA

Sambas (Suara Kalbar)- Pemerintah Kabupaten Sambas berkomitmen untuk tetap menjadi salah satu sentra padi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Menurut Bupati Sambas, Satono, saat ini Kabupaten Sambas masih menjadi daerah penyuplai padi utama di Kalbar, dan mereka berusaha mempertahankan pencapaian tersebut. Data dari Sistem Informasi Penguatan Data Pangan Strategis dan Bantuan Pemerintah Kementan menunjukkan bahwa total produksi padi di Kabupaten Sambas dari Januari hingga Agustus 2023 mencapai 168.431 ton Gabah Kering Giling (GKG), sementara produksi padi di seluruh Provinsi Kalbar selama periode yang sama mencapai 896.626 ton GKG.

“Saat ini Kabupaten Sambas masih menjadi daerah penyuplai padi di Kalbar. Capaian yang ada minimal terus dipertahankan,” ujar Bupati Sambas, Satonomelansir dari ANTARA, Rabu (20/9/2023).

Berdasarkan data Sistem Informasi Penguatan Data Pangan Strategis dan Bantuan Pemerintah Kementan, total produksi padi di Kabupaten Sambas Januari – Agustus 2023 sebesar 168.431 ton Gabah Kering Giling (GKG). Sementara produksi padi di Provinsi Kalbar Januari – Agustus 2023 sebesar 896. 626 ton GKG.

Ia mengatakan bahwa potensi pertanian ini terus dikembangkan.

Ia berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar dan pemerintah pusat lewat kementerian terkait bisa terus mendukung program-program pembangunan infrastruktur pertanian di Sambas agar petani bisa semakin meningkatkan produksi padinya.

“Tentu untuk meningkatkan produktivitas petani maka yang perlu diperhatikan beberapa sektor, seperti irigasi, benih yang unggul dan terpenting adalah sektor hilir, menjual,” katanya.

Ia pun bersyukur, harga padi saat ini terus membaik. Ini menjadi petani semangat untuk terus memperluas garapan. Supaya bisa meningkatkan produksinya.

“Sekarang harga padi naik terus. Satu kilogram sudah Rp7 ribuan. Ini kabar bahagia bagi petani. Inflasi memang resiko namun yakin bisa dikendalikan semua pihak,” katanya.

Kenaikan harga padi ini diyakini memberi kesejahteraan petani. Apalagi Sambas 70 persen masyarakatnya adalah petani.

“Artinya, jika hasil pertanian meningkat maka masyarakat Sambas akan makmur, ” papar dia.

Baru baru ini, Bupati Sambas bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalbar Florentinus Anum dan sejumlah kepala perangkat daerah melaksanakan panen perdana padi varietas lokal unggul di Desa Serunai Kecamatan Salatiga

Ia bersyukur, tanaman padi petani di Desa Serunai tak terdampak kemarau beberapa waktu belakangan ini, dan masih tumbuh dengan baik.

“Kita patut bersyukur masih bisa panen raya dengan hasil yang melimpah. Panen raya ini menjadi bukti, Sambas masih menjadi salah satu kabupaten penyanggah pangan di Kalbar,” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS