SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Patrick Kee Pengusaha Kebun Berpengaruh di Berhad Malaysia, Pernah Jabat posisi Strategis

Patrick Kee Pengusaha Kebun Berpengaruh di Berhad Malaysia, Pernah Jabat posisi Strategis

Patrick Kee Chuan Peng, CEO KPN Corp. SUARAKALBARCO.ID/Istimewa

Melawi (Suara Kalbar)– Sosok Patrick Kee Chuan Peng, CEO KPN Corp yang menjadi korban dalam kecelakaan helikopter Airbus H130 PK CPX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat,ternyata pernah menjabat sebagai Direktur Perkebunan Kumpulan (Group Plantations Director) di Kuala Lumpur Kepong (KLK) Berhad, Malaysia. Beliau merupakan sosok senior di perusahaan tersebut dengan rekam jejak karier yang panjang.

Jabatan Terakhir di KLK ,Patrick kee sebagai Group Plantations Director pada 1 Oktober 2017. Awal karirnya bergabung dengan KLK pada 1 Februari 1982 dan memulai kariernya di perkebunan wilayah Kedah.

Posisi Penting Lainnya, Sebelum menjadi direktur grup, Patrick Kee pernah menjabat sebagai Presiden Direktur untuk anak perusahaan KLK di Indonesia serta menduduki posisi manajerial senior di Malaysia Barat dan Sabah. Kemudian pensiun dari KLK tahun 2022 setelah mengabdi selama puluhan tahun

Jabatan Direktur Perkebunan di Kuala Lumpur Kepong (KLK) Berhad yang pernah dijabat Patrick memiliki peran krusial dalam mengelola operasional salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Malaysia. Mengingat KLK memiliki lebih dari 300.000 hektar lahan yang tersebar di Malaysia, Indonesia, dan Liberia, peran ini mencakup tanggung jawab operasional dan strategis yang luas.

Kabar duka Patrick Kee yang disebut berusia 67 tahun itu menjadi perhatian banyak pihak termasuk Parlemen Tangga Batu, malaka Malaysia.

Salah satu yang turut menyampaikan duka adalah Anggota Parlemen Tangga Batu, Bakri Jamaluddin.

Dalam pernyataannya, Bakri mengungkapkan bahwa dirinya pernah berkarier di KLK Berhad selama lebih dari tiga dekade, tepatnya sejak 1985 hingga 2019, di bawah kepemimpinan Patrick.

“Beliau adalah pemimpin yang sangat dihormati. Dedikasi, kebijaksanaan, dan komitmennya meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak yang pernah bekerja bersamanya,” tulis Bakri melalui akun media sosialnya.

Ia juga menambahkan bahwa kontribusi dan warisan yang ditinggalkan Patrick akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) telah mengonfirmasi identitas Patrick sebagai salah satu korban dalam kecelakaan tersebut. Saat ini, pihak Konsulat Malaysia di Pontianak bersama keluarga korban tengah mengurus proses pemulangan jenazah ke Malaysia.

Penulis: Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan