SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Berapa Lama Makanan Bertahan di Kulkas Saat Mati Listrik? Ini Penjelasannya

Berapa Lama Makanan Bertahan di Kulkas Saat Mati Listrik? Ini Penjelasannya

Ilustrasi isi kulkas. (Magnific/Istimewa)

Suara Kalbar – Pemadaman listrik kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait keamanan makanan yang tersimpan di dalam kulkas. Ketika aliran listrik terputus, suhu dingin di dalam lemari pendingin perlahan meningkat. Kondisi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada bahan pangan yang mudah rusak.

Daging, susu, telur, makanan laut, hingga makanan sisa menjadi jenis pangan yang paling rentan mengalami pembusukan saat suhu kulkas tidak lagi berada pada batas aman. Situasi ini umumnya terjadi ketika terjadi cuaca ekstrem, gangguan jaringan listrik, atau pemadaman yang berlangsung cukup lama.

Memahami daya tahan makanan selama listrik padam penting dilakukan untuk menghindari risiko keracunan makanan sekaligus mencegah pemborosan akibat membuang bahan pangan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi.

Makanan di Kulkas Aman Sekitar Empat Jam

Secara umum, makanan yang disimpan di dalam kulkas masih aman dikonsumsi hingga sekitar empat jam setelah listrik padam. Namun, hal itu berlaku apabila pintu kulkas tetap tertutup rapat selama periode tersebut.

Dalam kondisi normal, suhu di dalam kulkas dapat bertahan di bawah 4 derajat Celsius. Setelah melewati batas waktu empat jam, suhu berpotensi memasuki zona berbahaya yang memungkinkan bakteri berkembang lebih cepat.

Berbeda dengan ruang pendingin biasa, freezer memiliki kemampuan mempertahankan suhu dingin lebih lama. Freezer yang terisi penuh dapat menjaga makanan tetap beku hingga sekitar 48 jam. Jika isinya hanya setengah penuh, ketahanannya umumnya berkisar 24 jam.

Jenis Makanan yang Cepat Rusak

Tidak semua bahan pangan memiliki daya tahan yang sama ketika suhu kulkas meningkat. Sejumlah makanan memerlukan perhatian lebih karena lebih cepat mengalami kerusakan.

Beberapa di antaranya adalah daging mentah maupun olahan, ayam dan unggas, ikan serta makanan laut, susu dan produk turunannya, telur, makanan sisa, nasi matang, pasta, kentang rebus, buah dan sayuran yang telah dipotong, serta salad siap santap.

Apabila jenis makanan tersebut berada pada suhu di atas 4 derajat Celsius selama lebih dari empat jam, sebaiknya tidak lagi dikonsumsi.

Sebaliknya, beberapa bahan pangan cenderung lebih tahan terhadap perubahan suhu dalam waktu singkat. Buah utuh, mentega, margarin, roti, saus kemasan yang belum dibuka, serta keju keras termasuk dalam kelompok ini. Meski demikian, pemeriksaan kondisi makanan tetap perlu dilakukan sebelum dikonsumsi.

Mengapa Suhu 4 Derajat Celsius Penting?

Suhu menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan pangan. Pada suhu di bawah 4 derajat Celsius, pertumbuhan bakteri dapat ditekan sehingga makanan bertahan lebih lama.

Ketika suhu melewati batas tersebut, bakteri dapat berkembang dengan cepat dan meningkatkan risiko penyakit akibat makanan yang terkontaminasi.

Karena itu, penggunaan termometer kulkas dianjurkan untuk membantu memantau kondisi suhu selama terjadi pemadaman listrik. Mengandalkan aroma atau tampilan makanan saja tidak selalu akurat.

Dalam beberapa kasus, makanan yang terkontaminasi bakteri masih tampak normal tanpa perubahan warna maupun bau yang mencolok.

Faktor yang Memengaruhi Ketahanan Makanan

Ada sejumlah faktor yang menentukan seberapa lama makanan dapat bertahan saat listrik padam.

Pertama, frekuensi membuka pintu kulkas. Semakin sering pintu dibuka, udara dingin akan lebih cepat keluar dan digantikan udara hangat dari luar.

Kedua, kondisi isi kulkas. Kulkas yang penuh umumnya mampu mempertahankan suhu dingin lebih lama dibandingkan kulkas yang kosong. Prinsip yang sama juga berlaku pada freezer.

Ketiga, suhu lingkungan sekitar. Pada daerah bersuhu tinggi atau saat cuaca panas, peningkatan suhu di dalam kulkas terjadi lebih cepat.

Keempat, kondisi fisik kulkas itu sendiri. Kulkas dengan sistem insulasi yang baik dan karet pintu yang masih rapat cenderung lebih efektif menjaga suhu dingin selama pemadaman berlangsung.

Langkah yang Dapat Dilakukan Saat Listrik Padam

Ketika listrik padam, usahakan pintu kulkas dan freezer tetap tertutup. Hindari membuka pintu hanya untuk memeriksa kondisi makanan.

Apabila pemadaman diperkirakan berlangsung lebih dari empat jam, makanan yang mudah rusak dapat dipindahkan ke cooler box berisi es batu atau ice pack.

Mengelompokkan makanan agar saling berdekatan juga dapat membantu mempertahankan suhu dingin lebih lama. Menyimpan botol air beku di freezer sebagai cadangan pendingin juga dapat menjadi langkah antisipatif.

Sebagian rumah tangga bahkan menggunakan sumber listrik cadangan, seperti genset atau portable power station, untuk menjaga kulkas tetap beroperasi saat terjadi pemadaman berkepanjangan.

Kenali Tanda Makanan Sudah Tidak Layak Konsumsi

Setelah listrik kembali menyala, periksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi.

Beberapa tanda makanan sudah tidak aman antara lain berbau asam atau menyengat, bertekstur berlendir, mengalami perubahan warna yang tidak wajar, ditumbuhi jamur, atau terasa hangat saat disentuh.

Namun, tanda-tanda tersebut tidak selalu muncul pada makanan yang telah terkontaminasi bakteri. Oleh sebab itu, lama paparan dan suhu penyimpanan tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Para ahli keamanan pangan memiliki prinsip sederhana dalam situasi ini, yakni when in doubt, throw it out. Jika ragu terhadap keamanan suatu makanan, lebih baik membuangnya daripada mengambil risiko terhadap kesehatan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada sejumlah kesalahan yang sering dilakukan saat listrik padam.

Pertama, mencicipi makanan untuk memastikan keamanannya. Cara ini tidak dianjurkan karena bakteri berbahaya tidak selalu mengubah rasa makanan.

Kedua, membekukan kembali makanan yang sebenarnya sudah rusak. Pembekuan hanya menghentikan pertumbuhan bakteri, bukan menghilangkan bakteri yang telah berkembang.

Ketiga, terlalu sering membuka pintu kulkas untuk memeriksa kondisi makanan. Kebiasaan tersebut justru mempercepat kenaikan suhu di dalam kulkas.

Memahami batas ketahanan makanan saat kulkas mati listrik merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan pangan di rumah. Secara umum, makanan masih aman hingga sekitar empat jam selama pintu kulkas tetap tertutup.

Setelah melewati batas tersebut, bahan pangan yang mudah rusak perlu diperiksa secara saksama sebelum dikonsumsi. Dengan penanganan yang tepat, risiko keracunan makanan sekaligus pemborosan bahan pangan dapat diminimalkan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play