Warga Sekadau Pilih Belanja Online, Jasa Kurir Harus Atur Jadwal Pengantaran Barang

Salah satu jasa kurir barang hasil belanja online warga di Sekadau mulai padat menjelang Lebaran Idulfitri. SUARAKALBAR.CO.ID/Dewi

Sekadau (Suara Kalbar) – Menjelang lebaran atau Hari Raya Idulfitri, masyarakat di Kabupaten Sekadau mulai sibuk mempersiapkan salah satunya belanja kebutuhan keluarga seperti pakaian. Warga banyak belanja di toko online dengan menggunakan jasa kurir.

“Kami sudah biasa belanja online, lebih praktis. Apalagi mau lebaran ini tentu banyak juga warga lain yang belanja,” ujar Layli salah satu warga yang sering belanja online, Selasa (4/4/2023).

Sementara itu, Bambang seorang kurir di JNE Sekadau mengaku padatnya pengantaran paket dan pemesan online pada saat menjelang lebaran.

“Saat-saat menjelang lebaran orang-orang pasti memesan barang online mau itu berupa baju, sepatu, tas, alat kecantikan, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut dia, untuk hari-hari biasa sebelum menjelang bulan Ramadhan pemesan dan pengantaran paket memang sudah padat.

“Biasanya pengantaran paket saya sangat banyak dan jadwal menjadi padat karena pemesan online dan pemilihan pengiriman barang terjadi dan tertuju kepada saya,” kata Bambang.

Bambang sendiri mengaku, mengantar paket tidak langsung sekali pengantaran, karena biasa orang yang menerima paket pada hari tersebut kadang-kadang tidak ada jawaban atau respon jadi paket diantar pada hari besoknya lagi.

“Jadwal pengantaran paket saya biasanya tidak sepadat dan sebanyak ini, mungkin juga karena halnya pada saat menyambut lebaran jadi orang-orang pun banyak yang memesan online pada aplikasi lebih-lebih lagi pada aplikasi tik-tok,” jelas Bambang.

Jadwal pengantaran paket tidak hanya terjadi didalam kota Sekadau saja, tapi juga di luar-luar kota Sekadau, misal di kampung-kampung dan masuk daerah pedesaan jika orang tersebut memesan barang online secara COD atau sistem bayar ditempat.

Jika barang datang atau paket datang tidak ada konfirmasi dari pembeli atau penerima paket masa berlaku paket yang diterima hanya dalam kurun waktu singkat 3 hari saja, pada hari ke 3 paket tersebut tidak diterima pembeli maka paket tersebut akan di return kan kembali kepada si penjual atau pada tokonya.

“Berbeda atau lain halnya dengan paket yang dikirim dari saudara jauh, paket tersebut tidak akan di return kembali, karena ongkir bisa ditanggung dari yang pengirim paket bisa juga pada penerima paket,” pungkas Bambang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS