SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi 8 Ciri WhatsApp Disadap dan Cara Mengamankan Akun dari Peretas

8 Ciri WhatsApp Disadap dan Cara Mengamankan Akun dari Peretas

Ilustrasi WhatsApp. (Dok WhatsApp/Istimewa)

Suara Kalbar – WhatsApp telah menjadi salah satu aplikasi komunikasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Selain untuk bertukar pesan, platform ini juga digunakan untuk kebutuhan pekerjaan, bisnis, transaksi digital, hingga verifikasi berbagai layanan daring.

Karena menyimpan banyak informasi penting, WhatsApp menjadi salah satu target utama pelaku kejahatan siber. Jika akun berhasil diretas atau diambil alih, pelaku dapat mengakses percakapan pribadi, daftar kontak, foto, dokumen, hingga memanfaatkan akun korban untuk melakukan penipuan.

Oleh karena itu, pengguna perlu memahami tanda-tanda akun yang mungkin telah disusupi serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengamankan akses mereka.

Apa Risiko Jika WhatsApp Diretas?

Ketika akun WhatsApp jatuh ke tangan pihak lain, pelaku berpotensi memantau aktivitas komunikasi korban tanpa izin. Mereka juga dapat mengirim pesan atas nama pemilik akun, mengumpulkan informasi pribadi, hingga menjalankan berbagai modus penipuan terhadap kontak yang tersimpan.

Semakin cepat tanda-tanda pembajakan dikenali, semakin besar peluang pengguna untuk mencegah kerugian yang lebih luas.

Tanda-Tanda WhatsApp Mungkin Disadap

1. Akun tiba-tiba keluar sendiri

Salah satu indikasi yang perlu diwaspadai adalah akun WhatsApp mendadak keluar dari perangkat tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini bisa terjadi ketika ada pihak lain yang mencoba mendaftarkan nomor yang sama pada perangkat berbeda.

2. Status online muncul tanpa aktivitas

Jika akun terlihat aktif atau online padahal pengguna tidak sedang membuka WhatsApp, kondisi tersebut patut dicurigai. Meski tidak selalu menjadi bukti pasti, aktivitas semacam ini dapat mengindikasikan akun sedang digunakan dari perangkat lain.

3. Menerima kode OTP tanpa permintaan

Kode OTP merupakan bagian dari proses verifikasi akun. Jika pengguna menerima kode tersebut tanpa pernah melakukan login, kemungkinan ada pihak lain yang sedang mencoba mengambil alih akun.

Karena itu, kode OTP tidak boleh dibagikan kepada siapa pun dalam kondisi apa pun.

4. Ada pesan terkirim yang tidak pernah dibuat

Pesan yang muncul sebagai terkirim tanpa sepengetahuan pemilik akun merupakan salah satu tanda paling jelas adanya akses tidak sah. Pengguna juga perlu waspada jika teman atau keluarga melaporkan menerima pesan mencurigakan dari akun mereka.

5. Pesan terbaca padahal belum dibuka

Jika terdapat pesan yang sudah ditandai terbaca meski belum pernah dibuka, kemungkinan akun sedang diakses melalui perangkat lain atau WhatsApp Web yang tidak diketahui.

6. WhatsApp sering mengalami gangguan

Aplikasi yang tiba-tiba lambat, sering tertutup sendiri, atau menunjukkan perilaku tidak biasa dapat menjadi indikasi adanya aktivitas mencurigakan pada akun.

7. Baterai ponsel lebih cepat habis

Aktivitas sinkronisasi yang berlangsung tanpa diketahui pengguna dapat meningkatkan konsumsi daya perangkat. Akibatnya, baterai menjadi lebih cepat terkuras dibandingkan biasanya.

8. Ada perangkat tertaut yang tidak dikenali

WhatsApp menyediakan fitur untuk memeriksa perangkat yang terhubung ke akun. Jika terdapat perangkat yang tidak pernah digunakan, pengguna sebaiknya segera memutus akses tersebut.

Cara Mengamankan Akun WhatsApp

Jangan pernah membagikan kode OTP

OTP merupakan kunci utama untuk masuk ke akun WhatsApp. Siapa pun yang mengetahui kode tersebut berpotensi mengambil alih akun pengguna.

Aktifkan verifikasi dua langkah

Fitur verifikasi dua langkah menambahkan lapisan keamanan tambahan berupa PIN enam digit yang harus dimasukkan saat nomor didaftarkan pada perangkat baru.

Cara mengaktifkannya:

  • Buka WhatsApp.
  • Masuk ke Pengaturan.
  • Pilih menu Akun.
  • Klik Verifikasi Dua Langkah.
  • Aktifkan fitur dan buat PIN enam digit.
  • Tambahkan alamat email pemulihan.

Periksa perangkat tertaut secara berkala

Pengguna disarankan rutin mengecek menu Perangkat Tertaut untuk memastikan tidak ada akses dari komputer atau perangkat lain yang tidak dikenal.

Gunakan kunci aplikasi

WhatsApp mendukung pengamanan tambahan menggunakan sidik jari, Face ID, maupun PIN perangkat. Fitur ini membantu mencegah akses langsung jika ponsel berada di tangan orang lain.

Ambil alih kembali akun

Jika akun diduga diretas, segera lakukan login ulang menggunakan nomor yang sama. Setelah proses verifikasi berhasil, sesi aktif pada perangkat lain biasanya akan terputus secara otomatis.

Hubungi dukungan resmi WhatsApp

Apabila akun tidak dapat dipulihkan atau aktivitas mencurigakan masih berlanjut, pengguna dapat menghubungi layanan bantuan resmi WhatsApp untuk memperoleh bantuan lebih lanjut.

Ancaman yang Semakin Serius

Saat ini WhatsApp tidak lagi sekadar aplikasi perpesanan. Platform tersebut telah menjadi bagian dari ekosistem digital yang digunakan untuk verifikasi akun media sosial, layanan keuangan, perbankan, hingga aktivitas bisnis.

Karena itu, kehilangan akses ke akun WhatsApp dapat berdampak lebih luas, mulai dari kebocoran data pribadi, penyalahgunaan identitas, hingga kerugian finansial.

Meningkatkan kesadaran terhadap keamanan digital menjadi langkah penting. Selain mengenali ciri-ciri akun yang diretas, pengguna juga perlu memanfaatkan seluruh fitur perlindungan yang tersedia agar risiko pembajakan dapat diminimalkan.

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play