Pentingnya Strategi Pemasaran Digital dalam Membangun Brand Awareness

  • Bagikan
Asiani Dumanauw.

Oleh: Asiani Dumanauw*

 

SEBUAH kutipan “brand tanpa digital marketing diibaratkan seperti sebuah mobil yang kekurangan bahan bakar, mobil itu dapat berjalan namun tidak akan bertahan lama”.

Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa internet dan teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi banyak orang di seluruh dunia.

Dengan kemudahan dalam mengakses internet, hal ini tentunya meningkatkan jumlah orang-orang yang berada pada platform digital setiap harinya.

Saat mendikusikan tentang suatu bisnis, tentunya tidak akan jauh dari pembahasan yang berkaitan dengan pemasaran, dimana pemasaran merupakan salah satu hal terpenting yang dapat menentukan kesuksesan suatu bisnis, baik bisnis dalam skala kecil hingga besar sekalipun sangat membutuhkan strategi pemasaran yang baik terutama dalam hal menjangkau para pelanggan.

Pemasaran selalu tentang bagaimana berhubungan dengan pelanggan tanpa suatu hambatan baik itu tempat atau waktu.

Pemasaran digital disebut juga dengan pemasaran online yang mana didefinisikan sebagai penggunaan berbagai teknologi digital untuk terhubung dengan pelanggan secara online.

Pentingnya membangun dan meningkatkan brand awareness merupakan suatu keharusan dalam sebuah bisnis terlebih disaat ini perkembangan teknologi sangat pesat, baik perusahaan dan pelaku bisnis wajib untuk dapat mengikuti perkembangan agar dapat terus bertahan.

Brand awareness merupakan suatu istilah yang menunjukkan seberapa besar sebuah brand itu dikenal oleh konsumen.

Brand awareness bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai produk atau jasa yang baru diluncurkan namun juga dapat membedakannya dari pesaing lain.

Saat ini, hampir semua brand bisnis memiliki dan mengelola situs web sendiri dan memiliki platform digital seperti sosial media untuk menjangkau pelanggan.

Penggunaaan teknologi digital sebagai strategi pemasaran dapat dikategorikan sebagai tindakan untuk mengenalkan, mengedukasi, dan mempengaruhi pelanggan untuk dapat melakukan pembelian dengan strategi yang tergolong efektif terutama dalam keterkaitannya dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan atau pelaku bisnis untuk pemasaran yang akhirnya dapat meningkatkan penjualan.

Cizmeci dan Ercan (2015) mengemukakan bahwa membangun brand awareness lewat pemasaran digital merupakan langkah komunikasi yang paling signifikan. Teknologi digital dengan mudah menghubungkan bisnis dengan pelanggan kapanpun dan dimanapun.

Oktaviani dan Rustandi (2018) menyatakan bahwa dengan melakukan pemasaran digital, perusahaan atau pelaku bisnis dapat menjangkau semua kalangan kapan saja dan dimana saja tanpa memiliki batasan seperti jarak dan waktu jika dibandingkan dengan pemasaran konvensional.

Statistik industri menunjukkan bahwa pemasaran digital benar-benar berhasil untuk diterapkan karena beberapa alasan; seperti semakin banyak konsumen yang beralih ke digital.

Adapun biaya untuk pemasaran yang dikeluarkan lebih terjangkau dan tentunya dapat menjangkau banyak orang, serta dapat membangun dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan secara real time meskipun dilakukan secara online.

Seperti yang dikemukakan oleh Curzi et al (2019) bahwa media sosial juga dapat dimanfaatkan dalam hal efisiensi dan penargetan.

Mengenai poin pertama, strategi pemasaran digital dikategorikan lebih murah daripada cara pemasaran konvensional atau tradisional. Kedua, dapat meningkatkan pangsa pasar dengan mengatasi keterbatasan waktu dan tempat.

Terdapat banyak contoh pemasaran digital yang dapat ditemukan, misalnya saat ini trend “influencer” di Instagram melakukan affiliate marketing melalui platform media sosial mereka, sehingga dalam mempromosikan suatu brand melalui endorsement (promosi berbayar) dapat membantu untuk memperoleh penjualan.

Sebagaimana Arifah dan Mustikarini (2016) mengemukakan bahwa promosi berbayar dapat membantu mendongkrak penjualan suatu bisnis meskipun jumlah pengikut akun media sosial bisnis tersebut tidak meningkat secara signifikan.

Ketika sebuah bisnis tidak cukup kuat dalam memanfaatkan teknologi digital yang terus berkembang, salah satu hal yang akan terpengaruhi adalah brand awareness dari brand bisnis itu sendiri.

Hal ini tentunya akan menjadi tantangan besar bagi bisnis tersebut untuk tumbuh, akan hanya ada segelintir orang yang tahu tentang brand tersebut dan ini nantinya akan sangat mempengaruhi penjualan dan umur dari bisnis tersebut.

Lebih lanjut, perusahaan akan mengeluarkan biaya lebih saat mempromosikan produk atau jasa mereka dengan menerapkan pemasaran konvensional.

Seperti yang dikemukakan oleh Kusumawati et al (2019) bahwa perusahaan dapat menggunakan strategi pemasaran konvensional untuk menjangkau pelanggan mereka misalnya dengan membagikan brosur promosi atau penjualan, tetapi jika ditinjau lebih lanjut hal ini hanya akan meningkatkan biaya pemasaran.

Pilihan lain bagi perusahaan adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk memasarkan secara digital produk atau jasa mereka.

Oleh karena itu, brand awareness memegang peran yang penting dalam mengembangkan sebuah bisnis, karena semakin banyak orang yang mengenal brand tersebut, maka akan semakin banyak orang yang ingin membeli.

Metode langsung yang dapat digunakan untuk menilai kesuksesan dalam menerapkan strategi pemasaran digital adalah dengan melihat berapa banyak uang dan waktu yang dihabiskan konsumen di media digital.

Tidak diragukan lagi, bisnis tidak akan bertahan tanpa pemasaran digital karena saat ini teknologi digital dan pengguna media online terus meningkat, sehingga perusahaan dan pelaku bisnis harus dapat melihat dan mengoptimalkan kesempatan untuk menggunakannya.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa brand awareness merupakan langkah awal untuk menciptakan bisnis yang dapat berjalan dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Strategi pemasaran digital sangat membantu perusahaan dalam menarik pelanggan, mengedukasi, menjalin hubungan, dan sebagai hasilnya dapat mendorong daya tarik konsumen untuk membeli produk atau jasa tentunya dengan biaya yang lebih efektif untuk memasarkan dan meningkatkan penjualan suatu brand.

 

*Penulis adalah Mahasiswi – Prodi MM, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat.

  • Bagikan