Opini  

Perlunya “Coaching” dalam Upaya Merealisasikan Praktik Baik Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya

Umi Jamilah, S.Pd.,M.Pd. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Dok pribadi

Oleh: Umi Jamilah, S.Pd.,M.Pd*

 

MERDEKA belajar adalah suatu konsep yang menitikberatkan pada kebebasan dalam belajar. Peserta didik diberikan keleluasaan dalam menentukan pilihan dan jalannya proses pembelajaran sesuai bakat dan minat mereka, namun tetap mengedepankan karakter profil pelajar Pancasila.

Konsep ini memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat tersebut serta memperoleh ilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Merdeka berbudaya adalah suatu konsep yang mengutamakan kebebasan dalam berkarya, mengekspresikan diri serta aktif ikut serta dalam kegiatan budaya yang sesuai dengan karakter profil pelajar Pancasila.

Konsep ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya keanekaragaman budaya Indonesia. Keanekaragaman tersebut diantaranya saling menghormati perbedaan serta memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan bernilai positif bagi kehidupan.

Kedua konsep tersebut memiliki keterkaitan dan dampak yang sangat baik bagi perkembangan kebudayaan dan kemajuan pendidikan di negara kita.

Adanya praktik baik dalam pelaksanaan merdeka belajar dan merdeka berbudaya memberikan dampak yang positif bagi peserta didik, guru dan masyarakat. Praktik baik memberikan dampak meningkatkan kemandirian, penanaman karakter Pancasila dan memberikan motivasi belajar peserta didik.

Praktik baik merdeka berbudaya terbukti mampu meningkatkan keterampilan sosial dan budaya. Hal ini membantu peserta didik memahami persamaan dan perbedaan budaya, sehingga mereka dapat terbuka dan menghargai keberagaman yang ada di lingkungan masyarakat.

Dengan praktik baik dalam merdeka belajar dan merdeka berbudaya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik dapat memilih sumber belajar yang sesuai dengan bakat, minat dan kebutuhan mereka, serta guru dapat mengintegrasikan berbagai budaya dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.

Praktik baik mendorong timbulnya inovasi dan kreativitas pada diri peserta didik, karena mereka merasa bebas untuk memilih dan menksplorasi berbagai sumber belajar dan budaya mereka masing-masing. Masyarakat juga termotivasi untuk berpartisipasi dalam pendidikan, karena sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan budaya dan melibatkan masyarakat dalam mendukung proses pembelajaran.

Dampak positif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik, guru, dan masyarakat diantaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan budaya yang lebih inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Kita ketahui bersama bahwa merdeka belajar dan merdeka berbudaya adalah dua konsep penting dalam Pendidikan di Indonesia.

Merdeka belajar bermakna bagi peserta didik dalam rangka meningkatkan kemandirian dan kreatif dalam mengidentifikasi, mengelola dan mengevaluasi proses pembelajaran mereka, sedangkan merdeka berbudaya bermakna bahwa kita diberikan kebebasan untuk mengakses berbagai macam budaya untuk menghargai budaya sendiri maupun budaya orang lain sesuai norma yang berlaku tanpa ada paksaan maupun batasan-batasan tertentu.

Beberapa praktik baik yang dapat dilakukan dalam penerapan merdeka belajar dan merdeka berbudaya diantaranya:

1) Mengembangkan kemampuan belajar mandiri dengan mengajarkan pada peserta didik bagaimana membuat rencana belajar pribadi, mencari sumber bacaan dan referensi secara mandiri serta mengembangkan keterampilan kritis dan analitis;

2) Guru memberikan akses berbagai sumber belajar seperti buku, jurnal, video, atau website, sehingga peserta didik dapat memilih sumber belajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka;

3) Guru dapat mengintegrasikan berbagai kebudayaan berbagai kebudayaan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik dapat memahami perbedaan dan persamaan budaya yang ada di Indonesia dan juga dunia;

4) Guru dan peserta didik memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pembelajaran, seperti memanfaatkan platform merdeka mengajar, atau platform pembelajaran online lainnya, permainan edukasi, serta aplikasi pembelajaran lainnya;

5) Guru selalu memotivasi para peserta didik untuk aktif bertanya dan menyampaikan pendapatnya, karena hal ini akan meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis;

6) Sekolah perlu menyelenggarakan kegiatan budaya, seperti pameran karya peserta didik, festival budaya lokal atau interlokal, pentas seni, serta gebyar kreativitas peserta didik lainnya yang diharapkan peserta didik dapat lebih memahami dan menghargai kebudayaan yang ada di sekitar mereka;

7) Peserta didik diarahkan untuk mengembangkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama, gotong royong, saling berkomunikasi dengan baik, menghargai dan menghormati perbedaan, sehingga peserta didik siap menghadapi tantangan di masyarakat yang kompleks dan beragam.

Dengan melakukan praktik baik, diharapkan dapat membantu peserta didik menjadi individu yang mandiri, kreatif, berbudaya, menjadi peserta didik yang berkarakater profil pelajar Pancasila, serta dapat menambah pengalaman mereka tentang dunia di sekitarnya.

Namun untuk merealisasikan dan memulai praktik baik tentu cukup sulit dan banyak kendala yang dihadapi. Salah satu upaya mengatasi kendala tersebut yang dapat dilakukan adalah melalui coaching.

Coaching adalah proses yang mana seorang pelatih atau coach membantu seseorang sebagai individu atau kelompok mampu mengembangkan keterampilan, memiliki kreatifitas serta memperbaiki kinerjanya sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Coaching dapat dilakukan dalam bidang pengembangan keterampilan, karier, kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, olahraga, bisnis serta pengembangan kepribadian. Coaching dilakukan dalam bentuk dialog antara pelatih dan klien. Kegiatan ini fokus pada pendapaian tujuan, tindakan (aksi) untuk mencapai tujuan tersebut serta cara mengatasi hambatan yang timbul ketika proses kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut berlangsung.

Coaching menjadi sangat penting dalam merealisasikan kebermanfaatan dan praktik baik dari konsep merdeka belajar dan merdeka berbudaya karena membantu peserta didik atau individu mengidentifikasi tujuan dan kebutuhan mereka.

Peserta didik dapat merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini sangat penting dalam merdeka belajar di mana peserta didik memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan sesuai kreatifitas mereka. Dengan teknik coaching memberikan arahan bimbingan yang tepat untuk membantu individu dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mereka perlukan.

Dalam merdeka berbudaya, coaching membantu individu dalam mengekspresikan diri mereka dengan positif dan kreatif. Coaching dapat memberikan dorongan atau motivasi kepada peserta didik untuk terus belajar dan mengembangkan diri, serta membantu individu dalam menjaga semangat mereka untuk selalu berkreasi.

Dalam hal ini coaching menjadi sarana yang sangat berguna untuk membantu individu dalam mencapai tujuan dan mengembangkan potensi mereka.

Ada beberapa contoh proses coaching yang dapat digunakan dalam merealisasikan praktik baik merdeka belajar dan merdeka berbudaya, diantaranya adalah pertanyaan reflektif. Teknik ini melibatkan penggunaan pertanyaan yang dirancang untuk membantu individu dalam merenungkan pengalaman mereka, tujuan mereka dan tantangan yang mereka hadapi.

Dalam merdeka belajar, pertanyaan reflektif dapat membantu peserta didik dalam mengidentifikasi minat dan bakat mereka serta mengevaluasi kemajuan mereka.

Kemudian kaitan dengan merdeka berbudaya pertanyaan reflektif membantu individu untuk dapat mengevaluasi karya seni atau budaya mereka serta mengeksplorasi ide-ide baru mereka.

Kemudian pendekatan Socratic atau pendekatan yang melibatkan penggunaan pertanyaan terbuka yang dirancang untuk membantu individu dalam merenungkan dan mengeksplorasi pemikiran mereka secara mendalam baik tentang topik yang mereka pelajari maupun membnatu individu untuk merenungkan dan memperdalam tentang seni atau budaya yang mereka kembangkan.

Teknik feedback konstruktif juga dapat dilakukan dalam coaching yaitu melalui umpan balik yang konstruktif dan tetap memperhatikan hasil yang ingin dicapai. Dalam merdeka belajar hal ini membantu peserta didik untuk memperbaiki hasil pembelajaran dan tercapai tujuan pembelajaran mereka, dan dalam konsep merdeka berbudaya teknik ini sangat tepat untuk membantu individu dalam meningkatkan kualitas karya seni atau budaya mereka secara sistematis dan efektif.

Untuk teknik selanjutnya adalah dengan pemantauan atau monitoring tentang kemajuan secara berkelanjutan. Teknik ini dilakukan melalui pemantauan individu serta memperbaiki rencana tindakan. Dalam konsep merdeka belajar, pemantauan kemajuan dapat membantu peserta didik dalam melakukan evaluasi kemajuan belajar mereka serta dapat menyesuaikan rencana belajar sesuai kebutuhan peserta didik.

Pemantauan kemajuan dalam konsep merdeka berbudaya memiliki manfaat dapat membantu individu dalam mengevaluasi kualitas karya seni atau budaya mereka serta melakukan perbaikan demi terciptanya tujuan yang diharapkan.

Kesimpulan yang dapat kita ambil bahwa teknik coaching dapat membantu individu dalam merealisasikan kebermanfaatan dan praktik baik dari konsep merdeka belajar dan merdeka berbudaya dengan cara efektif dan efisien.

*Penulis adalah Pengawas SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah