Delapan Terdakwa Kontrak Bodong Bank Kalbar Dituntut Pidana Penjara Bervariasi

  • Bagikan
Delapan Terdakwa Kasus Kontrak Bodong Bank Kalbar Cabang Bengkayang Divonis bervariasi. Suarakalbar.co.id//Kurnadi

Bengkayang (Suara Kalbar) – Persidangan terakhir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pontianak dengan agenda pembacaan putusan terhadap delapan orang terdakwa untuk perkara proyek bodong pada Bank Kalbar Cabang Bengkayang yang digelar Senin (20/9/2021).

Sebanyak delapan orang terdakwa dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 jo Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kepala Seksi Pidana Khusus atau Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkayang Adhitya Utomo, SH menyampaikan Senin (20/9/2021), sebagaimana dakwaan Penuntut Umum putusan terhadap delapan orang terdakwa bervariasinya bervariasi.

Masing-masing yaitu Putra Perdana dipidana selama empat tahun penjara potong masa tahanan dan denda sebesar Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp 1,245 milyar dengan ketentuan apabila UP tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Sri Rohaeni dipidana selama dua tahun penjara potong masa tahanan dan denda sebesar Rp.50 juta subsider dua bulan kurungan.

Muhammad Yusuf dipidana selama dua tahun enam bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Sedangkan Kundel dipidana selama satu tahun tiga bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Terdakwa lainnya Julfikar Desi Pusrino dipidana selama satu tahun tiga bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Aditya dipidana selama satu tahun delapan bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sukardi dipidana selama satu tahun tiga bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.
Dan Destaria Wiwit dipidana selama satu tahun tiga bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

 

 

  • Bagikan