Ahli Waris Korban Kapal Tenggelam dan Dua Perangkat Desa di Mempawah Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

  • Bagikan
SANTUNAN. Ahli Waris Almarhum Bayu Kurnia, ABK Hayden Mina 188 yang menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam saat menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang diserahkan Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak, Ramadan Sayo, Selasa (3/8/2021). Selain itu, dua perangkat desa di Mempawah turut mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Diskominfo

Mempawah (Suara Kalbar) – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak menyerahkan santunan kepada ahli waris seorang nelayan yang menjadi korban meninggal dunia atas kecelakaan kapal tenggelam.

Selain itu, diserahkan pula santunan kepada ahli waris dua perangkat desa yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Ketiga orang ini sebelumnya telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan santunan kepada ketiga ahli waris ini berlangsung di Ruang Kerja Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Selasa (3/8/2021).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak, Ramadan Sayo, hadir untuk menyerahkan langsung santunan kepada ketiga ahli waris yang disaksikan Wakil Bupati Muhammad Pagi.

Penerima santunan tersebut terdiri atas, almarhum Bayu Kurnia, ABK Hayden Mina Jaya 188 yang dikelola oleh CV. Jaya Kota yang terdampak pada musibah laut 13-14 Juli 2021 lalu.

Pemilik kapal yang memperkerjakannya, telah mendaftarkan almarhum Bayu Kurnia sejak 26 Juni 2021 dengan dua program, yakni JKK dan JKM dengan iuran Rp 50.400 perbulan.

Karena itu, atas musibah yang dialami, santunan yang diberikan kepada ahli waris almarhum Bayu Kurnia sebesar Rp 70 juta.

Sedangkan ahli waris perangkat desa yang turut menerima santunan adalah atas nama almarhum Zainal, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Seluruh perangkat Desa Pasir menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sejak November 2019 dan ditetapkan menjadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Santunan yang diberikan kepada ahli waris almarhum Zainal sebesar Rp 42 juta.

Ahli waris perangkat desa berikutnya yang menerima santunan kematian adalah almarhum Diwan, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Mendalok, Kecamatan Sungai Kunyit.

Diwan dan seluruh perangkat Desa Mendalok baru terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 6 April 2021.

Namun Diwan kemudian meninggal dunia pada 17 April 2021, sehingga BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp 42 juta.

 

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Dalam kesempatan itu, Muhammad Pagi, mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya tiga warga Kabupaten Mempawah yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Seperti kita ketahui, dari ketiga warga Mempawah yang menerima santunan ini, seorang diantaranya merupakan nelayan atau anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban kapal tenggelam saat cuaca ekstrim beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Kemudian, dua peserta BPJS Ketenagakerjaan lainnya yang meninggal dunia, merupakan perangkat di Desa Pasir dan Mendalok.

Atas santunan ini, Muhamamd Pagi menyampaikan ucapan terima Kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak yang begitu cepat, dan tanggap, serta dapat menyerahkan langsung santunan kepada pihak keluarga yang menjadi ahli waris.

“Mudah-mudahan santunan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para ahli waris untuk kelangsungan kehidupan pihak keluarga,” imbuhnya.

Muhammad Pagi berharap pula, silatuhrami dan kerjasama yang sudah terbangun antara Pemkab Mempawah dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

“Nanti kami akan bantu sosialisasikan kepada para nelayan dan pekerja agar bisa ikut serta dalam BPJS Ketenagakerjaan ini. Sebab kita lihat sendiri manfaatnya luar biasa dan tidak ada yang dirugikan,” tegas Wabup.

Bayangkan, tambahnya, ada yang baru satu bulan atau dua bulan menjadi peserta, secara nyata sudah menerima santunan Rp 42 juta hingga Rp 70 juta.

“Santunan ini disalurkan bukan hanya karena musibah, ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa menerima ketika meninggal dunia secara normal. Misalnya karena sakit,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak, Ramadan Sayo, turut mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Mempawah yang sudah bersinergi dalam mengoptimalisasi upaya perlindungan kepada masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini, tambahnya, mengarah pada sasaran masyarakat bukan penerima upah di bawah kewenangan Dinas Perikanan dan pemerintahan desa.

“Dan ke depan, harapan kita, semua nelayan di Mempawah, baik nelayan tangkap, home industry dan aparat desa atau yang bekerja perorangan-perorangan bisa terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan biaya premi yang sangat murah,” katanya.

Paling tidak, tambah dia, BPJS Ketenagakerjaan ini dapat menjadi sarana membantu masyarakat untuk tidak miskin, sekaligus bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan di masa yang akan datang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Dinas Perikanan, Dinas Tenaga Kerja dan Pemerintahan Desa. Mudah-mudahan kedepan dapat terus kita tingkatkan lagi sinerginya,” pungkas Ramadan Sayo.

  • Bagikan