Ford Terjepit Aturan Emisi Australia, Geely Siap Ulurkan Teknologi Listrik
Suara Kalbar – Ford saat ini memang sedang berada di atas angin di pasar Australia berkat kesuksesan luar biasa Ford Ranger. Namun, di balik angka penjualan yang tinggi, sebuah masalah besar mulai membayangi. Sebagian besar pembeli masih memilih varian diesel atau bensin, yang sayangnya menghasilkan emisi karbon jauh di atas ambang batas baru yang ditetapkan pemerintah Australia melalui New Vehicle Efficiency Standard.
Aturan standar efisiensi kendaraan baru ini membuat produsen otomotif yang masih bergantung pada mesin pembakaran konvensional merasa terdesak. Saat ini, hanya varian Ford Ranger Plug-in Hybrid yang berhasil lolos dari batasan emisi tersebut. Sementara itu, varian lainnya justru menyumbang tumpukan emisi yang berpotensi mendatangkan denda besar bagi Ford di masa depan.
Kondisi ini menempatkan Ford pada sebuah dilema klasik, apakah mereka harus menggelontorkan dana triliunan untuk membangun platform listrik baru secara mandiri, atau mencari jalan pintas yang lebih murah? Membangun teknologi dari nol membutuhkan waktu bertahun-tahun dan biaya yang tidak sedikit, sesuatu yang mungkin terlalu lambat untuk mengejar ketertinggalan saat ini.
Di tengah situasi pelik tersebut, Geely, raksasa otomotif asal Tiongkok, datang membawa tawaran menarik. Geely saat ini memang sedang mengembangkan platform truk baru yang khusus dirancang untuk teknologi listrik.
“Secara terang-terangan, mereka menyatakan kesediaannya untuk berbagi teknologi tersebut dengan brand mapan seperti Ford,” tulis Carexpert, Selasa (5/5/2026).
Wakil Presiden Geely Auto International, Alex Gu, memberikan sinyal hijau yang cukup jelas saat diwawancarai media. Ketika ditanya mengenai kemungkinan kerja sama dengan Ford, ia menjawab dengan singkat namun penuh makna, “Mengapa tidak?”.
Bagi Geely, bekerja sama jauh lebih masuk akal daripada berjuang sendirian di tengah transisi energi yang sangat cepat. Geely sendiri mulai membangun reputasi yang kuat berkat sistem hibrida terbaru mereka yang diklaim tetap bertenaga namun rendah emisi.
Strategi ini serupa dengan apa yang dilakukan pemain baru seperti BYD melalui model Shark 6, yakni menawarkan mobil dengan “otot” yang kuat tanpa harus pusing memikirkan masalah lingkungan atau regulasi emisi yang ketat. Meskipun kabar mengenai pendekatan antara Ford dan Geely sudah santer terdengar dalam beberapa bulan terakhir, pihak Ford cenderung masih menahan diri dan membantah narasi tersebut.
CEO Ford, Jim Farley, bahkan secara terbuka pernah memperingatkan bahwa produsen mobil asal Tiongkok adalah ancaman kompetitif yang sangat serius bagi industri otomotif global. Namun, pintu kerja sama tampaknya tidak sepenuhnya tertutup rapat.
Meski pasar Amerika Serikat memiliki aturan main sendiri, kawasan seperti Australia, Eropa, dan Asia Tenggara (ASEAN) memiliki standar emisi yang jauh lebih keras. Di wilayah-wilayah inilah kerja sama berbagi platform antara Ford dan Geely dianggap paling masuk akal untuk dilakukan demi menjaga kelangsungan bisnis mereka di masa depan.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





