SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Geely Bidik Pasar Amerika, Andalkan Volvo hingga Mercedes-Benz

Geely Bidik Pasar Amerika, Andalkan Volvo hingga Mercedes-Benz

Geely. (Car News China)

Suara Kalbar – Produsen otomotif asal China, Zhejiang Geely Holding Group atau Geely, terus memperkuat posisinya untuk menembus pasar Amerika Serikat (AS) meski menghadapi tantangan regulasi dan tekanan politik.

Mengutip CNBC, Selasa (5/5/2026), Geely saat ini memiliki investasi besar di sejumlah merek otomotif global yang telah beroperasi di AS, seperti Volvo Cars, Polestar, dan Lotus. Selain itu, perusahaan juga memiliki kepemilikan saham di produsen mobil premium, seperti Mercedes-Benz dan Aston Martin.

Keberadaan merek-merek tersebut menjadi keunggulan utama Geely dalam mengakses jaringan dealer dan infrastruktur layanan di AS. Hal ini dinilai krusial bagi produsen otomotif yang ingin memperluas pasar di negara tersebut.

“Jaringan dealer dan dukungan layanan adalah faktor penting yang tidak mudah dibangun,” ujar Tu Le dari Sino Auto Insights.

Selain jaringan distribusi, Geely juga memiliki potensi kapasitas produksi di AS melalui fasilitas milik Volvo di South Carolina. Pabrik tersebut memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun, meski realisasi produksinya masih jauh di bawah angka tersebut.

Volvo sendiri berencana meningkatkan produksi lokal, termasuk untuk model SUV hybrid XC60, sebagai bagian dari strategi memperluas pangsa pasar di AS. Targetnya, penjualan Volvo di AS bisa mencapai sekitar 200.000 unit, dengan sebagian besar diproduksi secara lokal.

Pada sisi lain, ekspansi Geely ke pasar AS juga dapat dilakukan melalui merek-merek asal China yang berada di bawah naungannya, seperti Zeekr, Lynk & Co, dan Geely Auto. Di antara ketiganya, Zeekr dinilai sebagai kandidat paling potensial untuk memasuki pasar AS.

Saat ini, kendaraan Zeekr bahkan telah digunakan oleh Waymo sebagai platform armada mobil otonom di San Francisco.

Langkah ekspansi ini tidak sepenuhnya mulus. Pemerintah AS telah memberlakukan tarif hingga 100% untuk kendaraan listrik asal China, serta mempertimbangkan pembatasan terhadap kendaraan terhubung (connected cars) dari negara tersebut.

Namun, peluang tetap terbuka. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap investasi asing, termasuk dari China, selama dapat menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play