SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kapuas Hulu Gempa di Kapuas Hulu: Keterbatasan Titik Sensor BMKG Menyulitkan Analisis

Gempa di Kapuas Hulu: Keterbatasan Titik Sensor BMKG Menyulitkan Analisis

Petugas BMKG Pangsuma Kapuas Hulu bersama kepolisian memantau titik gempa yang terjadi di Jelemuk dan Nanga Manday, Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. ANTARA

Kapuas Hulu (SuaraKalbar)- Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangsuma, Kabupaten Kapuas Hulu, Ridwan Nugraha, menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Desa Jelemuk dan Nanga Manday di Kecamatan Bika, Kapuas Hulu, pada Selasa (19/3), belum bisa dianalisis karena keterbatasan titik sensor.

Menurut Ridwan, guncangan di Jelemuk dan Nanga Manday disebabkan oleh pergerakan atau patahan pada lempeng bumi. Namun, analisis lebih lanjut belum bisa dilakukan karena posisi titik sensor yang terlalu jauh dan Kapuas Hulu belum memiliki titik sensor tersebut.

“Yang jelas guncangan di Jelemuk dan Nanga Manday dikarenakan adanya pergerakan atau patahan pada lempeng bumi,” katanya melansir dari ANTARA, Sabtu(23/3/2024).

Ia mengaku belum bisa menganalisis karena posisi titik sensor yang terlalu jauh, sementara Kapuas Hulu sendiri belum memiliki titik sensor tersebut.

Menurut dia, dari hasil koordinasi dengan pihak Stageof Balikpapan, Katingan, Kalimantan Tengah yang merupakan titik sensor terdekat, kejadian tersebut juga tidak bisa terbaca.

Untuk diketahui, guncangan gempa di Desa Jelemuk dan Desa Nanga Manday terjadi tiga kali pada Selasa (19/3). Pertama sekitar pukul 02.00 WIB, kedua pukul 20.00 WIB dan guncangan ketiga sekitar pukul 21.00 WIB.

Ia menyebutkan setelah mendapatkan informasi terjadinya guncangan di Desa Jelemuk dan Desa Nanga Manday, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Stageof Balikpapan, Katingan, Kalimantan Tengah dan Pgr 7 Jogja sebagai penanggung jawab wilayah Kalimantan Barat.

“Untuk guncangan yang terjadi itu merupakan gempa yang bersifat lokal dan belum bisa dianalisis karena kurangnya titik-titik sensor gempa. Untuk menganalisanya dibutuhkan titik-titik sensor yang berdekatan,” jelas Ridwan

Ia pun berharap agar ke depannya di Kabupaten Kapuas Hulu ada titik sensor karena memang itu salah satu kebutuhan di daerah, apalagi dengan terjadinya gempa di Jelemuk dan Nanga Manday.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan