SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Waspadai Daycare Bermasalah, IDAI Ungkap Tanda-Tanda yang Harus Diketahui Orang Tua

Waspadai Daycare Bermasalah, IDAI Ungkap Tanda-Tanda yang Harus Diketahui Orang Tua

Memilih daycare bukan sekadar urusan praktis atau sekedar harga murah, melainkan keputusan sangat penting yang berdampak langsung serta besar pada keseharian dan perkembangan anak. (Freepik.com/Rawpixel)

Suara Kalbar – Baru-baru ini kasus malapraktik pada daycare menjadi perhatian serius. Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui daycare baik atau buruk dalam mengurus anak?

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Fitri Hartanto SpA Subsp TKPSK (K), mengingatkan adanya tanda mencurigakan atau red flag pada tempat penitipan anak (daycare) yang perlu diperhatikan orang tua.

Salah satu indikator penting, menurut Fitri, adalah pemisahan ruangan antara anak sehat dan anak yang sakit untuk mencegah penularan penyakit.

“Di daycare kita tidak ada yang membedakan anak sehat dan sakit. Sehingga anak sering sakit. Ketika sudah sembuh lalu kembali ke daycare, di sana masih ada anak yang sakit tetap saja dimasukkan,” kata Fitri dilansir dari Antara, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat lingkungan menjadi tidak sehat bagi anak dan berpotensi mengganggu tumbuh kembang jika anak terus-menerus jatuh sakit. Oleh karena itu, daycare idealnya memiliki regulasi ketat dan tidak menerima anak dalam kondisi sakit.

Selain itu, fasilitas daycare juga seharusnya memiliki ruang terpisah seperti area pembelajaran, ruang istirahat, ruang makan, ruang pertemuan keluarga, serta ruang logistik guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

Fitri menambahkan, tenaga pengasuh tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengasuh, tetapi juga kompetensi dalam pencegahan penyakit serta penanganan kondisi darurat.

“Apakah pengasuh daycare memiliki kompetensi memberikan stimulasi, pemenuhan kebutuhan kesehatan, termasuk jika terjadi kecelakaan seperti tersedak atau kesetrum, harus bisa melakukan penanganan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi antara pihak daycare dan orang tua. Jika orang tua tidak diberikan akses untuk memantau interaksi antara pengasuh dan anak, hal tersebut patut dicurigai.

Selain itu, orang tua diminta waspada terhadap perubahan perilaku anak setelah dititipkan di daycare, seperti menjadi murung, enggan bercerita, atau menangis hingga muntah saat hendak berangkat. Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya perlakuan negatif yang berdampak pada kondisi psikologis anak.

Fitri juga mengingatkan agar orang tua tidak langsung memercayai laporan pihak daycare jika ditemukan tanda kekerasan fisik pada anak, seperti lebam di tubuh.

“Jangan langsung percaya jika dilaporkan anak jatuh. Jika ada kecurigaan, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan apakah luka tersebut akibat jatuh atau faktor lain, termasuk kemungkinan kekerasan fisik,” jelasnya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play