SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Microsoft Kembali Naikkan Harga Xbox, Series X Kini Tembus US$ 799

Microsoft Kembali Naikkan Harga Xbox, Series X Kini Tembus US$ 799

Microsoft kembali menaikkan harga konsol Xbox (GSM Arena)

Suara Kalbar – Microsoft kembali menyesuaikan harga konsol Xbox di sejumlah pasar global. Kebijakan ini menjadi kenaikan harga ketiga dalam waktu sekitar satu tahun, setelah penyesuaian sebelumnya dilakukan pada Mei dan Oktober tahun lalu.

Dikutip dari GSM Arena, Minggu (28/6/2026), Microsoft menaikkan harga Xbox berkapasitas 512 GB sebesar 100 dolar AS. Sementara itu, model dengan penyimpanan 1 TB mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni mencapai 150 dolar AS.

Di saat yang sama, perusahaan juga mengumumkan penghentian penjualan varian Xbox dengan kapasitas penyimpanan 2 TB.

Microsoft menjelaskan keputusan tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya produksi, terutama pada komponen memori dan media penyimpanan (storage) yang terus mengalami kenaikan harga di pasar global.

Sejumlah analis industri menilai lonjakan harga komponen tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya permintaan cip untuk kebutuhan pusat data (data center) yang digunakan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Ironisnya, Microsoft sendiri menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif memperluas investasi di sektor AI. Ekspansi besar-besaran terhadap infrastruktur pusat data dinilai turut mendorong meningkatnya permintaan memori dan storage di pasar.

Meski kembali mengalami kenaikan harga, Xbox masih dipasarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan Steam Machine. Selain itu, Microsoft tetap menyertakan satu unit kontroler dalam paket penjualan setiap konsol.

Penyesuaian harga terbaru membuat Xbox Series X kini dibanderol hingga 799 dolar AS atau sekitar 23 persen lebih mahal dibandingkan harga sebelumnya.

Kenaikan tersebut diperkirakan akan memengaruhi minat konsumen, terutama di tengah persaingan industri konsol gim yang semakin ketat serta meningkatnya tekanan biaya produksi akibat pesatnya perkembangan teknologi AI.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play