Pemerintah Target Renovasi dan Bangun 10.000 Puskesmas hingga 2030
Suara Kalbar – Pemerintah menargetkan renovasi dan pembangunan sebanyak 10.000 puskesmas di 7.265 kecamatan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program transformasi kesehatan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang layak, terutama di daerah terpencil dan kepulauan.
“Renovasi akan menyasar puskesmas yang membutuhkan perbaikan, termasuk fasilitas kesehatan di kecamatan yang belum memiliki puskesmas serta wilayah dengan kepadatan penduduk yang telah melebihi standar pelayanan,” kata Budi dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027, Jumat (14/8/2026).
Dilengkapi Listrik, Internet dan Ambulans
Selain memperbaiki bangunan, pemerintah juga akan melengkapi fasilitas puskesmas dengan berbagai sarana pendukung guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Fasilitas tersebut meliputi jaringan listrik yang memadai, akses internet untuk mendukung layanan kesehatan digital, hingga penyediaan ambulans bagi puskesmas yang membutuhkan.
“Kita juga akan melengkapi beberapa sarana prasarana seperti listrik, internet, dan ambulans di puskesmas-puskesmas tersebut,” ujar Budi.
Menurutnya, program ini ditargetkan selesai pada 2029 hingga 2030 sehingga masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih merata.
Tingkatkan Layanan hingga Wilayah Terpencil
Budi menjelaskan penguatan fasilitas puskesmas merupakan langkah penting dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan.
Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, perbatasan, maupun pulau-pulau kecil memiliki akses layanan kesehatan yang setara dengan daerah lain.
“Jadi nantinya standar pelayanan kesehatan di seluruh kecamatan di 7.000 inhabited islands yang ada di Indonesia itu akan jauh lebih meningkat,” katanya.
Bangun 514 Laboratorium Kesehatan
Selain pembangunan puskesmas, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan pembangunan dan renovasi 514 laboratorium kesehatan masyarakat yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional, termasuk dalam mendeteksi lebih dini potensi wabah penyakit dan meningkatkan kualitas layanan pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Revitalisasi 441 Rumah Sakit Daerah
Pemerintah juga melanjutkan program revitalisasi rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia.
Sebanyak 441 RSUD akan masuk dalam program lanjutan setelah sebelumnya 66 rumah sakit daerah telah mulai direvitalisasi sejak tahun 2025.
Menurut Budi, pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit tersebut bertujuan agar masyarakat di daerah tidak perlu lagi bepergian jauh ke kota besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Ini akan kita bangun rumah sakit-rumah sakit tersebut sehingga seluruh kabupaten kota nanti standar layanan rumah sakitnya sama,” ujarnya.
Skema Pembiayaan Sedang Disiapkan
Untuk mendukung pelaksanaan program besar tersebut, pemerintah saat ini tengah menyusun skema pembiayaan bersama Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Penyusunan skema tersebut dilakukan agar pembangunan fasilitas kesehatan dapat berjalan optimal tanpa membebani arus kas pemerintah maupun meningkatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara berlebihan.
Melalui program pembangunan 10.000 puskesmas, ratusan laboratorium kesehatan, dan revitalisasi rumah sakit daerah, pemerintah berharap kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia dapat meningkat secara merata, sekaligus memperkuat sistem kesehatan nasional hingga ke pelosok negeri.
Sumber: Beritasatu.com





