SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Benarkah Beli Tiket Pesawat Tengah Malam Lebih Murah? Ini Faktanya

Benarkah Beli Tiket Pesawat Tengah Malam Lebih Murah? Ini Faktanya

Ilustrasi tiket pesawat. (Magnific/Istimewa)

Suara Kalbar – Banyak orang masih mengandalkan waktu tertentu, seperti tengah malam atau dini hari, untuk berburu tiket pesawat murah. Padahal, harga penerbangan tidak bergerak mengikuti pola waktu yang sesederhana itu.

Harga tiket dapat berubah beberapa kali dalam sehari karena dipengaruhi permintaan, ketersediaan kursi, persaingan antarmaskapai, serta kelas tarif yang masih tersedia.

Platform kurasi diskon tiket pesawat Going, dalam panduan yang diperbarui 23 September 2026, menjelaskan bahwa sistem harga dinamis memungkinkan maskapai menyesuaikan tarif berdasarkan kondisi pasar.

Karena itu, menentukan waktu terbaik untuk membeli tiket pesawat tidak cukup hanya dengan menunggu jam tertentu.

Waktu keberangkatan, jarak pemesanan dari tanggal perjalanan, tingkat permintaan, dan fleksibilitas tanggal justru menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Tidak Ada Jam Khusus untuk Mendapatkan Tiket Murah

Anggapan bahwa membeli tiket pesawat tengah malam atau dini hari selalu menghasilkan harga lebih murah tidak didukung pola harga yang konsisten.

Going menyebut waktu pembelian, baik pagi maupun malam, tidak secara konsisten menentukan murah atau mahalnya harga penerbangan. Tarif dapat berubah sepanjang hari mengikuti perubahan permintaan dan ketersediaan kursi.

Salah satu faktor yang memengaruhi harga adalah kelas tarif. Ketika kursi pada kelas tarif paling murah telah habis terjual, calon penumpang akan melihat harga dari kelas tarif berikutnya yang biasanya lebih tinggi.

Skyscanner juga menyatakan harga tiket pesawat terus berubah dan dipengaruhi berbagai faktor. Tidak ada metode yang dapat menjamin seseorang selalu mendapatkan harga terbaik pada waktu tertentu.

Platform tersebut menyarankan calon penumpang memanfaatkan fitur peringatan harga apabila tanggal perjalanan sudah ditentukan.

Artinya, tidak ada dasar yang cukup untuk menjadikan pukul tertentu sebagai patokan wajib ketika hendak membeli tiket pesawat.

Selasa Bukan Jaminan Tiket Lebih Murah

Selain tengah malam, Selasa juga kerap disebut sebagai hari terbaik untuk membeli tiket pesawat. Namun, perbedaan harga berdasarkan hari pemesanan relatif kecil.

Berdasarkan analisis Google Flights yang diperbarui pada 2025, Selasa tercatat sebagai hari pembelian dengan harga rata-rata terendah.

Meski demikian, selisihnya hanya sekitar 1,3 persen dibandingkan Minggu, yang menjadi hari dengan harga rata-rata tertinggi dalam analisis tersebut.

Temuan itu menunjukkan bahwa memilih hari tertentu untuk melakukan pemesanan belum tentu menghasilkan penghematan besar.

Perbedaan harga justru dapat lebih terasa ketika calon penumpang mengubah hari keberangkatan.

Karena itu, Selasa tidak dapat dijadikan patokan mutlak untuk memperoleh tiket pesawat murah. Harga tetap dipengaruhi rute, tanggal perjalanan, permintaan, dan ketersediaan kursi.

Hari Keberangkatan Bisa Lebih Berpengaruh

Jika waktu pembelian tidak memberikan perbedaan besar, hari keberangkatan justru menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan calon penumpang.

Dalam analisis Google Flights terhadap perjalanan yang berangkat dari bandara di Amerika Serikat (AS), penerbangan pada Senin hingga Rabu rata-rata sekitar 13 persen lebih murah dibandingkan penerbangan pada akhir pekan.

Going juga mencatat penerbangan pada Selasa, Rabu, dan Sabtu cenderung memiliki tarif lebih rendah dibandingkan hari lainnya. Namun, pola tersebut tetap dapat berubah berdasarkan rute, musim perjalanan, dan tingkat permintaan.

Temuan Skyscanner menunjukkan kecenderungan serupa. Penerbangan pada Selasa dan Rabu sering kali lebih murah karena permintaan cenderung lebih rendah.

Meski demikian, calon penumpang tetap perlu membandingkan beberapa pilihan tanggal. Pola harga pada satu rute belum tentu berlaku pada rute lainnya.

Kapan Sebaiknya Membeli Tiket Penerbangan Domestik?

Tidak ada satu rentang waktu pemesanan yang berlaku untuk seluruh penerbangan. Waktu yang dianggap ideal dapat berbeda antara penerbangan domestik dan internasional.

Berdasarkan data Google Flights, harga rata-rata terendah untuk penerbangan domestik ditemukan sekitar 39 hari sebelum keberangkatan. Rentang harga yang relatif rendah berada sekitar 23 hingga 51 hari sebelum jadwal penerbangan.

Sementara itu, Going menyarankan calon penumpang mulai memantau penerbangan domestik sekitar satu hingga tiga bulan sebelum keberangkatan.

Kedua data tersebut menunjukkan pentingnya memantau harga sejak beberapa waktu sebelum perjalanan, bukan menunggu hingga mendekati hari keberangkatan.

Namun, angka 39 hari perlu dipahami sesuai konteks sumber datanya. Analisis Google Flights tersebut didasarkan pada harga rata-rata penerbangan pulang-pergi yang berangkat dari pasar utama di AS.

Dengan demikian, angka tersebut bukan patokan universal untuk semua rute penerbangan, termasuk penerbangan dari Indonesia.

Fleksibilitas Tanggal Bisa Membantu

Bagi calon penumpang yang memiliki jadwal fleksibel, membandingkan beberapa tanggal keberangkatan dan kepulangan dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan tarif yang lebih sesuai.

Perubahan satu atau dua hari dapat menghasilkan perbedaan harga karena tingkat permintaan pada setiap penerbangan tidak selalu sama.

Selain itu, calon penumpang dapat memantau harga terlebih dahulu dan menggunakan fitur peringatan harga dari platform pencarian penerbangan untuk mengetahui ketika tarif mengalami perubahan.

Pada akhirnya, tidak ada satu trik berupa membeli tiket pada tengah malam, dini hari, atau hari Selasa yang bisa menjamin harga paling murah.

Strategi yang lebih realistis adalah membandingkan beberapa tanggal, memantau harga sejak jauh-jauh hari, memperhatikan musim perjalanan, serta mempertimbangkan fleksibilitas waktu keberangkatan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play