SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Perkuat Antisipasi Karhutla, ULIN Latih 80 Relawan Desa di Ketapang

Perkuat Antisipasi Karhutla, ULIN Latih 80 Relawan Desa di Ketapang

Perkuat Antisipasi Karhutla, ULIN Latih 80 Relawan Desa di Ketapang. SUARAKALBAR.CO.ID/Isstimewa

Pontianak (Suara Kalbar)- Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui pendekatan berbasis masyarakat. Usaha Lestari Negeri (ULIN) bersama sejumlah mitra strategis menggelar kegiatan refreshment Pelatihan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Gereja Katolik Lama tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari 26 desa di enam kecamatan. Pelatihan ini bertujuan menyegarkan kembali pengetahuan dan keterampilan teknis para kader serta relawan desa dalam menghadapi potensi karhutla.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan awal kebakaran. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, hingga simulasi lapangan guna memastikan peserta memahami langkah-langkah praktis di lapangan.

Program Manager ULIN, Sugeng Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengulangan materi, tetapi bagian dari strategi memperkuat ketahanan masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam penanganan karhutla.

“Refreshment ini bukan sekadar pembaruan materi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari hulu. Target utamanya adalah memastikan setiap desa memiliki rencana aksi sederhana untuk mitigasi karhutla,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan sistem respons cepat di tingkat desa menjadi kunci penting dalam menekan potensi meluasnya kebakaran. Menurutnya, ketika titik panas terdeteksi, masyarakat harus mampu bertindak cepat sebelum api berkembang lebih besar.

Kebakaran hutan dan lahan sendiri masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Ketapang. Selain merusak lingkungan, karhutla juga berdampak pada kesehatan masyarakat serta berpotensi mengganggu ketahanan pangan.

Karena itu, pelibatan masyarakat desa dinilai menjadi langkah strategis. Sebagai pihak yang berada paling dekat dengan lokasi rawan, masyarakat memiliki peran penting dalam pemantauan sekaligus penanganan awal kebakaran.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi multipihak yang melibatkan ULIN, sektor swasta, serta dukungan pemerintah kecamatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas desa dan mempercepat alur komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan bantuan peralatan pemadam kebakaran secara simbolis. Bantuan berupa mesin air, selang input, dan nozzle ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Cargill melalui program OneKal.

Total dukungan yang diberikan mencapai sekitar Rp180 juta dan akan disalurkan secara bertahap ke desa-desa rawan karhutla di wilayah operasional perusahaan.

BPBD Ketapang menyambut baik kolaborasi ini dan berharap kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang solid, penanganan karhutla diharapkan menjadi lebih cepat, terukur, dan efektif.

Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap desa memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman karhutla, sekaligus mendukung upaya pengelolaan hutan dan lahan yang berkelanjutan di Kabupaten Ketapang.

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play