SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Gelombang Panas Ancam Anak, Ini Cara Mencegahnya

Gelombang Panas Ancam Anak, Ini Cara Mencegahnya

Suhu panas ekstrem dapat menjadi ancaman kesehatan serius bahkan berujung fatal jika tidak diwaspadai sejak dini. (Freepik.com/Freepik)

Suara Kalbar – Gelombang panas yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia bukan sekadar ketidaknyamanan musiman. Bagi anak-anak, bayi, dan perempuan hamil, suhu panas ekstrem dapat menjadi ancaman kesehatan serius bahkan berujung fatal jika tidak diwaspadai sejak dini.

Sejumlah badan kesehatan internasional seperti Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency  (EPA), American Academy of Pediatrics (AAP), dan UNICEF telah mengeluarkan panduan untuk membantu orang tua memahami risiko panas ekstrem serta cara melindungi anak dari dampaknya.

Berikut penjelasan mengenai alasan anak lebih rentan terhadap panas, tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai, serta langkah pencegahan yang dianjurkan.

Alasan Anak Lebih Rentan Paparan Panas Ekstrem

Menurut EPA dalam panduan Protecting Children and Maternal Health from Extreme Heat, anak-anak memiliki karakteristik fisik yang membuat mereka lebih rentan terhadap suhu panas dibandingkan orang dewasa.

Salah satunya adalah rasio massa tubuh terhadap luas permukaan kulit yang lebih kecil. Kondisi ini membuat tubuh anak lebih cepat menyerap panas dari lingkungan sekitarnya.

Selain itu, anak-anak juga lebih mudah kehilangan cairan. Akibatnya, risiko dehidrasi pada anak jauh lebih tinggi, terutama ketika mereka aktif bermain atau beraktivitas di luar ruangan dalam cuaca panas.

Faktor perilaku juga berperan. Anak-anak cenderung lebih sering bermain di luar rumah dan belum memiliki kesadaran untuk membatasi aktivitas fisik atau minum air secara teratur ketika cuaca sangat panas.

UNICEF menjelaskan, tubuh anak membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan suhu tinggi. Suhu inti tubuh mereka dapat meningkat lebih cepat dibandingkan orang dewasa, sehingga kondisi berbahaya sering kali tidak langsung disadari oleh orang tua.

Gejala Penyakit Akibat Panas

EPA mengingatkan orang tua untuk mengenali gejala awal penyakit akibat panas pada anak. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain kulit memerah, pusing, kelelahan atau lemas hingga kram otot.

Dalam banyak kasus, gejala tersebut masih dapat ditangani di rumah dengan istirahat yang cukup dan pemberian cairan. Namun jika tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi sengatan panas (heatstroke) yang jauh lebih berbahaya.

Gejala heatstroke yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Kulit merah dan kering tanpa keringat.
  • Napas dalam atau cepat.
  • Penurunan kesadaran.
  • Produksi urine berkurang dan berwarna kuning gelap.
  • Selain itu, tanda dehidrasi pada anak juga bisa terlihat dari berkurangnya aktivitas, tidak keluar air mata saat menangis, mulut kering, serta anak menjadi lebih rewel dan gelisah.

Cara Melindungi Anak dari Cuaca Panas

1. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

EPA menyarankan agar anak-anak tidak terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung, terutama saat suhu mencapai puncaknya pada siang hari. Jika ingin beraktivitas di luar rumah, sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau menjelang sore ketika suhu lebih sejuk.

AAP juga menyarankan orang tua mengisi waktu anak dengan aktivitas di dalam rumah, seperti membaca, bermain bersama keluarga, atau melakukan olahraga ringan.

2. Pastikan Anak Cukup Minum

Asupan cairan menjadi faktor penting dalam mencegah dehidrasi. Orang tua dianjurkan untuk memastikan anak minum air secara teratur, bahkan sebelum anak merasa haus. Saat bepergian, sebaiknya selalu membawa botol air minum untuk anak. UNICEF juga mengingatkan agar anak tidak mengenakan pakaian yang terlalu tebal karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.

3. Jangan Salah Pilih Pakaian

AAP menyarankan anak mengenakan pakaian yang ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat. Pakaian berwarna terang lebih disarankan karena menyerap panas lebih sedikit dibandingkan warna gelap. Jika beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit.

4. Perhatikan Kondisi Bayi

Bayi memerlukan perhatian khusus saat cuaca panas. EPA mengimbau orang tua untuk memeriksa popok bayi secara rutin. Urine yang berwarna gelap atau sangat pekat dapat menjadi tanda awal dehidrasi.

Jika bayi terlihat berkeringat atau kepanasan, segera pindahkan ke tempat yang lebih sejuk. EPA juga mengingatkan agar kipas angin tidak diarahkan langsung ke bayi karena dapat mempercepat dehidrasi. Selain itu, topi tidak perlu dikenakan saat bayi berada di dalam ruangan karena dapat menahan panas tubuh. Hal yang paling penting, jangan pernah meninggalkan bayi atau anak di dalam mobil yang diparkir, meskipun jendela sudah sedikit dibuka.

Penanganan Pertama Saat Terjadi Sengatan Panas

Jika anak mengalami sengatan panas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memindahkan anak ke tempat yang lebih sejuk. Selanjutnya, tubuh anak dapat didinginkan dengan merendamnya dalam air dingin atau menempelkan handuk basah di beberapa bagian tubuh seperti kepala, leher, ketiak, selangkangan.  Namun suhu air tidak boleh terlalu dingin, yakni tidak kurang dari 15 derajat celsius, karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Selama proses pendinginan, anak sebaiknya dibaringkan di tempat teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Setelah pertolongan pertama diberikan, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Ancaman Gelombang Panas pada Masa Depan

UNICEF mencatat saat ini sekitar sepertiga anak di dunia sudah mengalami empat hingga lima gelombang panas setiap tahun. Pada  2050, hampir seluruh anak di dunia, sekitar 2,2 miliar anak diperkirakan akan terpapar gelombang panas yang lebih sering dan intens.

Maka dari itu, UNICEF mendorong pemerintah di berbagai negara untuk meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala stres panas pada anak dan bayi. Fasilitas kesehatan juga perlu dilengkapi dengan peralatan yang memadai untuk menangani korban panas secara cepat.

Langkah-langkah pencegahan sejak dini di tingkat keluarga menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak dari dampak serius gelombang panas yang diprediksi akan semakin sering terjadi pada masa depan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play