Kemenag Kalbar Apresiasi BWI Pontianak Miliki Bank Data Wakaf
Pontianak (Suara Kalbar) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, mengapresiasi langkah Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Pontianak yang telah menyusun dan menghimpun buku Bank Data Wakaf. Inisiatif tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola wakaf yang akuntabel, profesional, dan berkelanjutan.
Apresiasi itu disampaikan Muhajirin Yanis didampingi Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Kalbar, Rohadi yang juga menjabat Sekretaris BWI Kalbar, saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua BWI Pontianak, Zaenuddin,bersama jajaran di ruang kerja Kakanwil Kemenag Kalbar, Rabu (21/1/2026).
Menurut Muhajirin, keberadaan data yang tertata dan terdokumentasi dengan baik merupakan kebutuhan mendasar dalam tata kelola kelembagaan saat ini. Data tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi menjadi rujukan utama dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis.
“Di era sekarang, data adalah hal yang sangat vital. Kebijakan yang baik harus berangkat dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi. Dengan kinerja seperti ini, sudah pantas Kota Pontianak diarahkan menjadi Pontianak Kota Wakaf,” ujarnya.
Ia menilai langkah BWI Pontianak dalam menghimpun Bank Data Wakaf sebagai terobosan maju yang patut dicontoh oleh daerah lain. Dengan data wakaf yang lengkap, akurat, dan terintegrasi, potensi wakaf diyakini dapat dikelola secara lebih optimal untuk kemaslahatan umat dan pembangunan sosial keagamaan.
Sementara itu, Ketua BWI Pontianak, Zaenuddin, memaparkan dokumen dan substansi yang termuat dalam buku Bank Data Wakaf yang telah disusun. Ia juga meminta masukan dan saran dari Kanwil Kemenag Kalbar sebagai bahan penyempurnaan sebelum dokumen tersebut disampaikan ke BWI Provinsi Kalimantan Barat dan BWI Pusat.
“BWI Perwakilan Kota Pontianak mengucapkan terima kasih atas dukungan selama ini. Kami juga berharap dukungan berkelanjutan ke depan. Buku Bank Data Wakaf ini tentu belum sempurna, karena itu kami sangat mengharapkan masukan untuk perbaikan pada edisi berikutnya,” ujar Zaenuddin yang juga Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak.
Menanggapi hal tersebut, Muhajirin Yanis menyambut baik dan mendorong agar sinergi antara Kementerian Agama dan BWI terus diperkuat. Ia menegaskan, kolaborasi yang solid menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, serta memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





