Sinema Mikro Pepadah Film Dimeriahkan dengan Serangkaian Acara menarik
Kayong Utara (Suara Kalbar)– Sinema Mikro Pepadah Film yang merupakan acara nonton bareng dan diskusi di gelar pada hari ke dua ini di halaman SMP Negeri 4 Desa Pemangkat Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (13/07/2024).
Dalam acara tersebut hadir Raja Simpang Matan, pihak Desa serta Siswa siswi SMP Negeri 4 Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.
Acara dimulai dengan penampilan dari musisi Harmonia yang membuat masyarakat merasa terhibur dengan tembang lagu lagu melayu. Acara dibuka dengan sambutan dari Raja Simpang Matan Gusti Muhammad Hukma sekaligus mewakili panitia acara, dilanjutkan oleh Yusuf selaku ketua BPD yang merupakan perwakilan pemerintah Desa Pemangkat.
Raja Simpang Matan Gusti Muhammad Hukma mengatakan tujuan dari program ini adalah untuk menyebarluaskan informasi melalui media film, serta membuka ruang ruang diskusi di tingkat akar rumput mengenai pentingnya pelestarian kebudayaan secara luas.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh Miftahul Huda selaku Moderator, dengan ketiga narasumber yaitu, Isya Fachrudi dari ketua Tima Ahli Cagar budaya yang akan menerangkan mengenai asal-usul masyarakat Kayong Utara. Kemudian Raden Jamrudin yang mempertegas paparan sebelumnya, serta Raden Jamahari yang memberikan pemaparan mengenai adat berbusana melayu.
Selesai pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi hiburan grup musik harmoni yang dipimpin oleh Taufik. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemutaran film berjudul ‘Nirmala’, yang pernah menjuarai film terbaik di Festival Film Pendek Kalimantan Barat tahun 2019. Adapun inti dari film Nirmala adalah mengenai mitos dan tradisi penunggu sungai.
Film kedua yang diputar adalah Rimba Kumang yang berisi tentang perjalanan hidup penjaga hutan adat terakhir yang kerap dinamai degan rimba kumang. Film ini terinspirasi dari kisah nyata yakni Alm Tok Lang Kadir seroang penjaga hutan adat di desa Rantau panjang yang meninggal pada tahun 2018 silam
Diharapkan melalui kegiatan itu, masyarakat yang hadir merasa puas dan mendapatkan pengalaman serta wawasan yang baru tentang tradisi dan budaya lokal melalui diskusi dan pemutaran film yang diadakan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





