Bunda PAUD Sekadau Jelaskan Miskonsepsi PAUD dan SD Saat MPLS

Bunda PAUD Kabupaten Sekadau, Magdalena Susilawati Aron, saat menghadiri pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2024/2025 di SDN 01 Sungai Ringin. SUARAKALBAR.CO.ID/IST

Sekadau (Suara Kalbar) – Bunda PAUD Kabupaten Sekadau, Magdalena Susilawati Aron, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2024/2025 di SDN 01 Sungai Ringin, pastikan tidak ada tes calistung pada penerimaan siswa baru, Senin (8/7/2024).

Pada peninjauan itu, Bunda PAUD Sekadau juga mensosialisasikan tentang anak usia dini bagi orang tua dan pihak sekolah. Magdalena memaparkan bahwa sejatinya ada miskonsepsi terhadap anak PAUD dan SD.

Miskonsepsi itu akhirnya menyebabkan tes membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) menjadi syarat utama untuk masuk ke Sekolah Dasar (SD). Padahal anak usia dini adalah anak-anak yang usianya 3 sampai 8 tahun. Sehingga anak kelas 1 sampai 2 SD masih dikategorikan anak usia dini.

“Paud ke SD itu sesuatu hal yang membuat anak stress, karena di paud mereka hanya bermain, ketika masuk SD mereka langsung diwajibkan untuk serius, ” kata Bunda PAUD Sekadau.

Lebih lanjut, Magdalena memaparkan ada enam fondasi anak yang terbentuk di usia dini, di antaranya, Mengenal nilai agama dan budi pekerti. Keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi. Kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar. Kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar. Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri. Pemaknaan belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan positif.

“Harus paham fondasi anak usia dini, supaya tidak salah dalam mendidik anak kita dari usia dini. Sehingga anak-anak kita bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, ” pungkas Magdalena.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS