Pimpin Apel Hardiknas, Wabup Sanggau: Pendidikan Butuh Kolaborasi Lawan Narkoba dan Kejar Indonesia Emas 2045
Sanggau (Suara Kalbar) – Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Kantor Bupati Sanggau, Senin (04/05/2026).
“Hari ini kita melaksanakan upacara Hardiknas tahun 2026. Kita peringati tanggal 2, tetapi karena bertepatan dengan hari libur dan cuti bersama sehingga kita laksanakan hari ini,” ujar Susana dalam sambutannya.
Susana menyebut refleksi pemerintah daerah di dunia pendidikan masih membutuhkan kolaborasi dengan orang tua, masyarakat, tokoh, dan terutama guru sebagai pendidik.
Dalam apel hari ini Pemkab Sanggau juga memberi apresiasi kepada siswa berprestasi.
“Dengan digitalisasi ini tidak membuat ruang mereka sempit, artinya luas. Mereka dapat juara dalam standar internasional, bahkan ini prestasi luar biasa. Walaupun tidak pergi langsung tetapi melalui Zoom atau virtual,” katanya.
Susana menegaskan Pemkab Sanggau berupaya menyelaraskan program pusat dari Kementerian Pendidikan. Namun, tantangan masih banyak, baik dari sisi geografis maupun kondisi fisik bangunan sekolah.
“Bukan hanya sumber daya manusia yang kita bangun, tapi juga infrastruktur, bangunan fisik. Dan tentunya SDM, bagaimana mereka bisa menjadi tenaga pendidik yang ahli, cerdas, bisa melatih generasi muda,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahaya narkoba bagi generasi muda.
“Ini menjadi tugas kita bersama. Mereka adalah generasi masa depan bangsa Indonesia. Kondisi narkoba menjadi ancaman dalam dunia pendidikan, bukan hanya di Kabupaten Sanggau, secara nasional ini menjadi catatan. Kita lihat juga di TikTok dan media online cukup viral,” tegas Susana.
Menurutnya, edukasi pencegahan narkoba harus dimulai dari keluarga dan orang tua.
“Dulu para pahlawan mendidik masih bisa fokus. Sekarang tingkat kecerdasan luar biasa dengan didukung teknologi. Artinya kita orang tua juga harus menyesuaikan,” ujarnya.
Susana memastikan pihaknya terus mendorong program kementerian melalui Dinas Pendidikan untuk bersinergi menuju Indonesia Emas 2045 serta Sanggau Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan.
Terkait anggaran, ia belum bisa memastikan alokasi fisik karena adanya pergeseran dan regulasi perubahan. Namun, alokasi 20% APBD untuk pendidikan tetap menjadi kewajiban.
“Kita upayakan sesuai persentasenya. Ini wajib, tidak ada toleransi, sudah diatur Menteri Keuangan 20% dari APBD. Kita lihat situasi dan kondisi, namun kita akan dorong kolaborasi dengan provinsi dan program pusat untuk Kabupaten Sanggau,” pungkasnya.
Penulis: Darmansyah





