IPB Dorong Karbonisasi Tandan Kosong Sawit Jadi Soil Conditioner

Workshop sosialisasi karbonisasi tandan kosong sawit dan pemanfaatan soil conditioner untuk meningkatkan kesuburan tanah, di Pontianak, Selasa (9/7/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar.

Pontianak (Suara Kalbar) – Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Institut Pertanian Bogor (IPB), mendorong penerapan karbonisasi tandan kosong sawit sebagai soil conditioner.

Biochar yang dihasilkan dari karbonisasi ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan kesuburan tanah. Metode ini juga telah diadopsi oleh PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA).

Agronomist Head Kalbar dan Riau PT BGA, Husni Batubara, menyatakan bahwa mahalnya harga pupuk menjadi salah satu alasan BGA mencoba metode karbonisasi atau biochar.

“Karena harga pupuk yang mahal, kita mencoba metode ini. BGA sudah memiliki alat dari China bernama Beston yang mampu memproduksi 1-2 ton per jam,” kata Husni Batubara.

Hal itu disampaikannya dalam workshop sosialisasi karbonisasi tandan kosong sawit dan pemanfaatan soil conditioner untuk meningkatkan kesuburan tanah, di Pontianak, Selasa (9/7/2024). Kegiatan ini digelar oleh Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi IPB dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Husni menjelaskan bahwa metode tersebut telah diterapkan di Kalimantan Tengah dan diaplikasikan di kebun kelapa sawit. Dari hasil pengamatan sementara, biochar hasil karbonisasi dapat meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah dan retensi air.

“Biochar bukan pupuk, tetapi bisa meningkatkan kinerja pupuk karena tidak mudah tercuci. Hasil sementara dari analisa tanah menunjukkan hasil yang cukup bagus,” terangnya.

Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Eliza Hambali, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk mendorong karbonisasi tandan kosong kelapa sawit guna meningkatkan kesuburan tanah. Selama ini, pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit oleh pabrik kelapa sawit dan masyarakat masih sangat terbatas. Bahkan, di pabrik kelapa sawit, tandan kosong menjadi masalah lingkungan karena tidak boleh dibakar.

“Oleh sebab itu, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan karbonisasi,” kata Eliza Hambali.

Proses karbonisasi kelapa sawit dapat menghasilkan soil conditioner yang baik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan pada perkebunan kelapa sawit. Biochar yang dihasilkan berfungsi menahan air dan menyerap unsur hara.

“Jika unsur hara terserap, tanaman akan semakin subur, mikroba tanah bertambah banyak, dan menghindari kehilangan unsur hara karena hujan,” terangnya.

Pengamatan PT BGA menunjukkan bahwa penggunaan biochar dari tandan kosong sawit dapat mengurangi jumlah pupuk NPK yang digunakan sebesar 20 persen, yang efektif di tengah mahalnya harga pupuk kimia. Proses karbonisasi tandan kosong kelapa sawit menggunakan teknologi karbonisasi membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit dengan rendemen sekitar 30 persen, asalkan kadar air TKKS di bawah 15 persen.

Wakil Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Rustamaji, menyatakan bahwa kunci keberhasilan terletak pada proses karbonisasi yang memungkinkan pupuk bekerja optimal dan efisien tanpa hilang.

“Kami berharap di masa mendatang, dengan inisiasi dari Surfaktan, para dosen Untan bisa bekerja sama dengan pelaku asosiasi dan petani kelapa sawit untuk menyebarluaskan metode ini,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS