Kalbar  

Harisson Nilai Masih Ada Oknum Guru di Kalbar yang  Tak Peka Keadaan Murid 

Pj Gubernur Kalbar, Harisson.SUARAKALBAR.CO.ID/Yati

Pontianak (Suara Kalbar) – Polemik tentang perlu tidaknya dilaksanakan acara perpisahan sekolah di tempat yang mewah terus berlanjut, lantaran masih menimbulkan pro dan kontra di lingkungan Masyarakat.

Melihat hal tersebut Pj Gubernur Kalbar, Harisson melihat masih banyak oknum guru yang tidak peka dengan keadaan peserta didik yakni memaksakan kehendak untuk melakukan perpisahan di tempat yang mewah.

“Jika kita lihat, tidak semua siswa itu mampu, namun karena ingin menaati peraturan terpaksa mereka mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk mengikuti acara tersebut jadi saya liat banyak oknum guru itu tidak peka dengan keadaan masyarakat” kata Harisson Jumat (17/05/2024) pagi.

Harisson menilai uang yang dihabiskan dalam kurun waktu satu hari tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain seperti keperluan mendaftar pekerjaan atau menambah mengurus administrasi saat ingin melanjutkan jenjang kuliah.

“Sebenarnya masih banyak kebutuhan bagi siswa yang baru selesai Pendidikan seperti daftar kuliah atau biaya saat melamar pekerjaan,” tambahnya.

Harisson menyebut pihaknya tidak melarang agenda perpisahan namun diharapkan tidak ditempat yang mewah, jika dilaksanakan sekolah secara sederhana dan menampilkan ekstrakulikuler siswa – siswi sekolah tentu lebih baik dan bermakna karna setelah perpisahan mereka akan jarang ke sekolah tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS