Truk Membawa Rotan Diduga Akan Diselundupkan ke Malaysia

Truk diduga membawa rotan yang hendak diselundupkan ke Malaysia belum lama ini. SUARA KALBAR.CO.ID/HO.Istimewa.

Bengkayang (Suara Kalbar)- Sekitar empat hingga lima ton rotan diduga akan diselendupkan ke Malaysia Timur melalui jalur darat di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Informasi diterima dari salah satu warga ada beberapa yang akan berangkat ke Malaysia melalui jalur tidak resmi di perbatasan Jagoi Babang, unit truk bak kayu bermuatan rotan kurang lebih 4-5 ton dalam satu truk pada Sabtu (20/4/2024) sekitar pukul 20.43 WIB.

Dalam kasus ini juga pernah tertangkap truk membawakan rotan di daerah Ambawang Kabupaten Kubu Raya tertangkap oleh Polres Kubu Raya pada Selasa (26/3/2024) pukul 21.00 WIB.

Di tempat itu, terlihat ada dua orang sedang duduk-duduk dan bersikap kooperatif mereka membenarkan muatan tiga truk itu adalah rotan.

“Iya pak. Sopirnya lagi dibawa orang ke Kantor polisi (Polres Kubu Raya-red), mungkin dimintai keterangan,” kata kedua awak truk tersebut

Menurut dua oknum tersebut, penangkapan berawal dari laporan dari masyarakat melalui telepon yang direspons cepat anggota Satreskrim mengamankan tiga truk dimaksud.

Menurut mereka, rotan itu berasal dari wilayah Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang akan dibawa menuju Kecamatan Jagoi Babang, Bengkayang.

Diketahui, Jagoi Babang adalah Kecamatan terluar dalam wilayah Indonesia, berbatasan langsung dengan Serikin, Malaysia Timur.

Salah satu warga mengatakan bahwa rotan seludupan ini milik Mr Ling salah satu warga Malaysia yang diolah oleh rekan kerjanya di Indonesia wilayah Kalteng.

“Biasanya setiap malam truk rotan ini bergerak hingga kurang lebih puluhan truk ke wilayah Malaysia melalui jalan tidak resmi hal penyeludupan ini sudah berjalan hingga lebih dari 10 tahun , tempat nya bongkar muat atau bisa di anggap gudang rotan di sini ya di daerah ini Gang Pinang Merah, Kecamatan Jagoi Babang Kalimantan Barat,” pungkasnya

Sementara sudah jelas pasal 102A huruf e Undang-Undang Kepabeanan Nomor 10 tahun 1995 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun serta pidana denda Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar penyelundupan rotan tidak resmi tanpa dokumen yang sah.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Penulis: Hendra / r Editor: Suhendra