Bantuan Beras untuk Korban Banjir, Pemprov Kalbar Alokasikan 62,47 Ton

Ilustrasi - Kondisi banjir di Kabupaten Landak pada 16 November 2023. (ANTARA)

Pontianak (Suara Kalbar)- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengalokasikan sebanyak 62.470 kg atau setara dengan 62,47 ton beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Kabupaten Landak.

Keputusan ini diambil berdasarkan usulan dari Pj. Bupati Landak, yang mengajukan permohonan bantuan pangan pokok berupa beras. Daerah yang terkena dampak banjir meliputi beberapa kecamatan di Kabupaten Landak, dengan total korban mencapai 27.354 jiwa atau 7.494 kepala keluarga. Setiap kepala keluarga akan menerima bantuan sebanyak 10 kilogram beras.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Herti Herawati, menyatakan bahwa provinsi ini rentan terhadap perubahan iklim dan sering mengalami bencana banjir akibat intensitas hujan yang meningkat selama musim penghujan.

“Keputusan ini diambil berdasarkan usulan dari Pj. Bupati Landak, Surat Nomor 800.1.12.4/DKPP-BKP tanggal 16 Januari 2024, yang mengajukan permohonan bantuan pangan pokok berupa beras,” katanya melansir dari ANTARA, Minggu(18/2/2024).

Provinsi Kalimantan Barat, sebagai wilayah yang terletak di sekitar garis khatulistiwa, rentan terhadap perubahan iklim muson.

“Perubahan iklim global telah menyebabkan terjadinya perubahan ekstrim dalam cuaca, yang sering kali berujung pada bencana banjir akibat intensitas hujan yang meningkat selama musim penghujan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Pj Gubernur Kalbar Harisson mengatakan cadangan pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, terutama saat di luar musim panen atau di daerah yang mengalami defisit pangan.

“Penyaluran bantuan pasca-bencana menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mengatasi kondisi rawan pangan akibat bencana alam,” kata Harisson.

Dia menambahkan, pentingnya distribusi cadangan pangan yang merata di setiap tingkat pemerintahan, mulai dari kabupaten/kota hingga desa, merupakan strategi utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan secara keseluruhan di Kalimantan Barat.

“Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Provinsi diharapkan terus menyediakan anggaran yang memadai guna memenuhi kebutuhan cadangan pangan daerah sesuai dengan jumlah penduduk setempat,” katanya.

Harisson mengatakan, penyaluran bantuan sebanyak 62,47 ton beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Provinsi dalam menghadapi tantangan bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.

“Langkah ini menunjukkan pentingnya strategi penyediaan dan pengelolaan cadangan pangan secara merata di semua tingkatan pemerintahan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan dan mewujudkan ketahanan pangan secara menyeluruh di Kalimantan Barat,” kata Harisson.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS