Tanah Longsor di Ruas Jalan Putussibau-Nanga Erak Kapuas Hulu

Tanah longsor di ruas jalan Putussibau-Nanga Erak di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. ANTARA

Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu menyatakan bahwa selain mengalami banjir, wilayah setempat juga dilanda tanah longsor di ruas jalan nasional Putussibau-Nanga Erak, lintas timur menuju Kalimantan Timur. Kejadian ini terjadi di Desa Sayut, Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, menyampaikan bahwa hampir setengah badan jalan terkena longsor dengan panjang 38 meter dan lebar 5 meter. Meskipun tidak ada korban jiwa, masyarakat diminta untuk berhati-hati melintasi jalan tersebut.

“Hampir setengah badan jalan terkena longsor, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi kami imbau masyarakat untuk berhati-hati melintasi jalan tersebut,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(6/12/2023).

Disampaikan Gunawan, longsor terjadi pada Selasa (5/12/2023) sekitar pukul 05.20 WIB dengan panjang longsor 38 meter dan lebar 5 meter yang mengenai hampir separuh badan jalan.

Menurut dia, sampai saat ini masih terjadi runtuhan kecil tanah di tebing sekitar lokasi longsor.

Saat menerima laporan informasi, kata Gunawan, sekitar pukul 08.30 WIB, Tim BPBD Kapuas Hulu turun ke lokasi bersama Polsek Selatan dan pihak pemerintahan desa serta warga setempat.

Dikatakan Gunawan, langkah yang dilakukan yaitu memasang tanda adanya tanah longsor dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap longsor susulan.

Tanah longsor disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, yang terjadi sejak Senin (4/12), pukul 23.00 WIB.

Peristiwa tanah longsor tersebut juga telah disampaikan dan dikoordinasikan dengan pihak Kementerian PUPR.

Gunawan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir yang terjadi saat ini.

“Kapuas Hulu memang rawan terjadinya tanah longsor, banjir dan angin kencang atau puting beliung dan saat ini cuaca cukup ekstrem oleh karena itu masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan,” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS