Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM Aman di Kalbar

Masyarakat mengisi BBM secara mandiri di salah satu SPBU yang ada di Kota Pontianak (ANTARA)

Pontianak (Suara Kalbar)- Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Sanggau. Hal ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi pelayanan selama pelaksanaan Satgas Natal dan Tahun Baru.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Patra Niaga Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra menyatakan bahwa di wilayah Kabupaten Sanggau, terutama di Sanggau Kota dan Kecamatan Tayan Hilir, terdapat enam SPBU reguler. Stok BBM, khususnya Pertalite, di seluruh SPBU tersebut dalam kondisi aman, dengan rata-rata ketahanan stok selama 2 hari yang terus bertambah.

“Di wilayah Kabupaten Sanggau tepatnya di Sanggau Kota dan kecamatan Tayan Hilir terdapat 6 SPBU reguler yang keseluruhan stok BBM terutama Pertalite dalam keadaan aman dengan rata-rata ketahanan stok selama 2 hari akumulatif terus bertambah,” katanya melansir dari ANTARA, Sabtu(30/12/2023).

Dia menjelaskan, untuk pengiriman BBM ke wilayah Kabupaten Sanggau dilakukan melalui Terminal Jobber Sanggau dan Integrated Terminal Pontianak.

“Untuk beberapa wilayah di Kabupaten Sanggau khususnya pengiriman dari Pontianak memang memerlukan waktu yang cukup panjang dalam distribusi menggunakan mobil tangki. Namun dipastikan tetap disalurkan setiap hari,” tuturnya.

Arya menambahkan, untuk kondisi stok di Terminal BBM Pontianak dan Jobber Sanggau saat ini dalam keadaan aman dengan rata-rata ketahanan stok selama 4 sampai 5 hari akumulatif.

“Kami menghimbau masyarakat jika menemukan kendala mendapatkan produk BBM dan LPG dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau mendapatkan informasi melalui aplikasi MyPertamina,” kata Arya.

Sementara itu, untuk kuota dan stok BBM dan LPG serta Avtur di seluruh Kalimantan dalam keadaan aman dan Patra Niaga akan terus mengoptimalkan penyediaan stok tersebut. Terkait ketahanan stok rata-rata ketahanan stok antara 9-11 hari akumulatif.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik akan kondisi stok BBM serta LPG. Di beberapa daerah di Kalimantan memang kerap terjadi keterlambatan pasokan bukan karena masalah kuota tapi lebih ke arah teknis,” katanya lagi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS