3 Tahun Cuci Darah dengan Program JKN, Syarifah Sangat Terbantu Tak Sepeserpun Keluar Biaya

Syarifah Hilyati (41) sudah 3 tahun menjalani cuci darah atau hemodialisa disalah satu rumah sakit di Kota Pontianak. SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Humas BPJS Kesehatan

Pontianak (Suara Kalbar) – Syarifah Hilyati (41) sudah 3 tahun menjalani cuci darah atau hemodialisa disalah satu rumah sakit di Kota Pontianak. Syarifah bercerita pernah menggunakan biaya umum saat pertama kali melakukan cuci darah di rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Hal itu disebabkan dahulu ia belum mengetahui bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat menanggung pengobatan cuci darah.

“Sekitar tahun 2020 waktu itu masih pandemi saya pertama kali didiagnosa dokter terkena gagal ginjal dan harus dilakukan cuci darah. Saya belum tahu banyak terkait Program JKN waktu itu. Sehingga kami mencari rumah sakit terdekat saja yang bisa melakukan tindakan cuci darah. Setelah beberapa kali menjalani ternyata butuh biasa sangat besar, sekali cuci darah dibutuhkan biaya sekitar 1,5 juta rupiah dan itu harus dilakukan seumur hidup,” tutur Syarifah.

Syarifah mulai berfikir bagaimana bisa membiayai cuci darah seumur hidup, jika satu minggu dua kali cuci darah maka dalam sebulan dirinya membutuhkan biaya sekitar 6 juta rupiah. Beruntung waktu itu ia disarankan oleh dokter, keluarga terdekat untuk mendaftar Program JKN. Syarifah berfikir mustahil rasanya baru mendaftar asuransi langsung bisa digunakan untuk pengobatan cuci darah. Namun begitu ia tetap mendaftar.

“Bersyukur sekali waktu itu saya langsung mendaftar, kalau tidak salah diakhir tahun 2020. Setelah jadi peserta JKN saya mencoba menggunakannya mulai dari ke faskes tingkat pertama kemudian dokter memberikan saya rujukan ke rumah sakit. Ternyata layanan Program JKN sangat baik, sudah 3 tahun saya jalani cuci darah, tidak sepeserpun saya harus membayar. Begitu juga dengan antreannya tidak ada perbedaan antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan,” tutur Syarifah.

Menurut Syarifah layanan yang diberikan Program JKN sangat komplit, mulai dari pemeriksaan awal, pemeriksaan lanjutan di dokter spesialis, pengambilan obat rutin setiap bulan, sampai layanan cuci darah semua ditanggung. Tak terbayang olehnya jika saat ini belum ada JKN, dimana harus mencari uang sebanyak itu untuk pengobatannya. Menurutnya saat berobat pakai JKN sudah cukup mudah, cukup menunjukan KTP sudah bisa dilayani.

“Yang saya rasakan semua setara ya, tidak ada perbedaan layanan antara yang umum dan yang JKN, bahkan sekarang semakin canggih sudah menggunakan finger print sebelum layanan cuci darah dilakukan. Selain mempercepat layanan sistem finger print ini juga menghindari kartu JKN kita digunakan oleh orang lain. Saya sangat berterima kasih, berkat JKN saya bisa jalani pengobatan dengan tenang. Semoga Program JKN selalu hadir melindungi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Syarifah.

Sebagai informasi saat ini BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan terus berupaya untuk semakin meningkatkan layanan kepada peserta JKN. Berbagai kemudahan layanan digital terus dikembangkan agar peserta JKN dapat mengakses layanan dengan mudah, cepat dan setara. BPJS Kesehatan bersama fasilitas kesehatan juga terus berkolaborasi untuk memberikan layanan terbaik kepada peserta JKN, salah satunya dengan mendukung Janji Layanan JKN.

Janji Layanan JKN diantaranya menerima NIK/KTP/KIS Digital untuk pendaftaran, tidak meminta dokumen fotokopi kepada peserta sebagai syarat pendaftaran, memberikan pelayanan tanpa biaya tambahan di luar ketentuan, tidak melakukan pembatasan hari rawat pasien (sesuai indikasi medis), memberikan pelayanan obat yang dibutuhkan dan tidak membebankan kepada peserta untuk untuk mencari obat jika terjadi kekosongan obat, melayani peserta yang berasal dari FKTP luar wilayah Kabupaten/Kota maksimal 3x/bulan, melayani konsultasi online (FKTP) kepada peserta, serta melayani peserta dengan ramah tanpa diskriminasi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS